|
Akhlak
|
|
Kamis, 26 Maret 2009 |
|
|
Ayatullah Abdul Husayn Dastghaib Shirazi: Dosa, membantu para penindas juga diklasifikasikan sebagai dosa besar. Fadhl Ibnu Shazān memiliki riwayat dari Imam Ridha (as) mengenai dosa besar: "Dan membantu para penindas (dhalim-dhalimin) dan condong ke arah mereka". Dalam riwayat dari Imam Sadiq (as) disebutkan, "Tidak membantu orang yang tertindas adalah dosa besar." Dengan kata lain membantu penindas juga termasuk dosa besar. Imam Musa bin Ja'far (as) mengatakan: "Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan para penindas, berusaha untuk mencapai tujuan jahat mereka dan membantu mereka adalah sama dengan kafir dan juga bersandar kepada mereka adalah dosa lebih besar dan pantas masuk neraka. "(Wasa'il ul-Syiah).
|
|
Akhlak
|
|
Kamis, 25 September 2008 |
|
|
Pentingnya Nilai Bulan Ramadhan Satu perkara yang penting bagi pe-salik (kepada Allah swt) adalah mengetahui hak dan nilai bulan Ramadhan, karena bulan puasa ini merupakan bulan undangan Allah swt bagi mereka yang menitih jalan kepadaNya. Bulan Ramadhan, merupakan tempat bertamu kepada Allah swt, begitu juga makna yang tepat untuk orang berpuasa adalah tamu Allah swt (dhiyafatullah), sekaligus sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan keikhlasan dalam gerak dan diam, dengan dasar ridha kepada pemilik rumah, Allah swt.
|
|
Akhlak
|
|
Rabu, 13 Agustus 2008 |
|
|
Telah dikatakan bahwa mengenal diri sendiri adalah muqadimah mengenal tuhan, dan yang di bahas di sini adalah apa itu Ma’rifat Nafs (diri) dan pengenalan terhadap Tuhan…?. Sebagian tokoh tokoh besar mengatakan: "Ma’rifat nafs adalah ma’rifat hudhuri dan syuhudi. Masalah ini akan terselesaikan oleh burhan illiat. Kata-kata ini tentunya benar pada tempatnya, akan tetapi pembuktian dengan cara dalil akal ini bukanlah jalan irfan".
|
|
Akhlak
|
|
Sabtu, 12 Juli 2008 |
|
|
Inilah kecintaan kepada kesempurnaan sang Kekasih, dan kecintaan itu pasti bersumber dari kesadaran akan kebesaran dan keindahan Haq Ta’ala. Karena tanpa mengetahui dan sadar akan keagungan dan keindahan Tuhan, maka kecintaan itu mustahil akan tumbuh. Dan para arif meyakini bahwa keagunganNyalah yang menjadi sumber terciptanya alam semesta. Ketika keagungan tersebut hendak ditampakkan, maka cermin, jelmaan dan tajalli keagungan pun akan tanpak juga.
|
|
Akhlak
|
|
Selasa, 08 Juli 2008 |
|
|
Dalam bahasa: Makrifat berarti mengetahui dan mengenali sesuatu kerena ketidaktahuan seseorang akan sesuatu. Ilmu juga bermakna demikian, oleh karena itu para ahli bahasa dalam hal ini berpendapat ilmu dan irfan memiliki makna yang sama dan tidak memiliki perbedaan, akan tetapi dalam kitab-kitab khusus telah dibahas bahwa kedua hal tersebut mempunyai perbedaan.
|
|
Akhlak
|
|
Minggu, 08 Juni 2008 |
|
|
|
Dimensi keberadaan manusia Manusia adalah keberadaan yang mempunyai dua dimensi, pada satu dimensi ia menghadap kepada alam syuhud dan pada dimensi lain ia menghadap alam Ghaib.Manusia akan selalu menuju kesempurnaan Hak ta’ala dengan semua kesempurnaannya, dan setelah kematian ia akan terangkat derajatnya , karena pada alam akhirat makna kesempurnaan berbeda dengan alam duniawi. Disini kepercayaan-kepercayaan manusia kepada keberadaan (zat wujud) mempunyai peran mendasar dalam perbuatan dan tingkah lakunya. Sangat jelas sekali bahwa tujuan seseorang dan perbuatannya untuk menuju tujuan tersebut akan menjadi sebab dan pembentuk karakternya.
|
|
Akhlak
|
|
Minggu, 20 April 2008 |
|
|
|
Tujuan dari penciptaan
Beberapa mukadimah di perlukan; Untuk memperjelas permasalahan tentang penciptaan dan tujuan dari penciptaan ini - tanpa hendak memasuki pembahasan detail falsafah-dapatlah dikatakan: 1: Pelaku (baca pesalik: orang yang melakukan suluk) dalam perbuatannya, kalau tanpa hadaf atau tujuan, maka perbuatan tadi akan menjadi tak berguna/sia-sia , definisi ini berlaku dalam semua perbuatan, dan sangat tidak mungkin dalam perbuatannya yang terbesar ini merupakan permainan dan tanpa tujuan, yang pada natijah (hasilnya) menunjukkan perbuatan ini adalah hak.
|
|
Akhlak
|
|
Minggu, 09 Maret 2008 |
|
|
|
Irfan dalam pandangan Ayatullah Mujtaba Tehrani (murid Irfan Imam Khomeini qs). Hadits qudsi dari Imam Shadiq as: Allah berfirman:”Telah kuwajibkan kepada hamba Ku sepuluh kewajiban, apa bila mereka mengetahuinya maka bagi mereka adalah malakutKu, surgaKu, dan yang pertama adalah ma’rifahKu”.(Wasail us syiah jld 4 hal 674). Untuk memasuki alam irfani seorang perlu memahami dulu berbagai ragam muqadimah yang sangat diperlukan, karena tampa muqadimah manusia akan bermain pada makna kata dan bukan pada makna amal yang membawa hasil dari amal irfani.
|
|
Akhlak
|
|
Senin, 24 Desember 2007 |
|
|
Konsep zuhud jelas terdapat dalam ajaran Islam. Dalam pandangan Islam, kezuhudan bukanlah sesuatu yang diwajibkan. la merupakan keutamaan dan kesempurnaan. Namun, keutamaan dan kemuliaan bukanlah tujuan kezuhudan. Dalam beberapa keadaan, Islam menganjurkan manusia menjalani kezuhudan demi tercapainya tujuan atau maksud tertentu. Islam menganjurkan agar manusia tidak menjadi penyembah berhala kenikmatan duniawi dan tenggelam di dalamnya. Kendatipun jika terbenam dalam berbagai kenikmatan yang halal, seseorang tidak akan dianggap telah melakukan perbuatan yang haram. Namun, apabila tidak melakukannya, berarti manusia telah melakukan pekerjaan moral yang agung. Islam tidak menyetujui praktik penyembahan kenikmatan duniawi meski dengan cara yang halal.
|
|
Akhlak
|
|
Sabtu, 08 Desember 2007 |
|
|
Terdapat topik lain yang akan saya kemukakan kepada Anda, yang berkenaan dengan kezuhudan dan tuntutan zaman. Keadaan jaman senantiasa berbeda-beda. Pada suatu zaman, kehidupan zuhud menjadi tugas bagi manusia, dan tidak pada masa yang lain. Jika kita menelaah kehidupan mulia Rasulullah SAWW dan Imam Ali as, kita akan menjumpai bahwa bentuk kehidupan mereka berdua sedikit berbeda dengan bentuk kehidupan Imam Muhammad Baqir as dan Imam Ja'far as.
|
|