PANGGUNG hukum di negeri kita kian jauh dari akal sehat. Ada orang yang telah terang benderang mengatur, mencoba menyogok, dan mengancam nyawa penegak hukum, tapi malah diberi jalan leluasa untuk melenggang bebas. Sebaliknya, pimpinan sebuah lembaga pemberantas korupsi yang melaksanakan perintah undang-undang begitu gampang dimasukkan ke bui kendati alasan yang mendasarinya amat lemah.
|
SEBUAH tontonan telah digelar Mahkamah Konstitusi, tetapi bukan sembarang panggung. Lakon itu menjadi amat istimewa karena membuka rekaman percakapan rekayasa kriminalisasi pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Sembilan punggawa hakim konstitusi memutuskan membuka rekaman percakapan rekayasa kriminalisasi KPK. Jutaan warga di seluruh pelosok negeri menyimak melalui layar televisi bagaimana penegakan hukum negeri ini dikuasai para bandit dan mafia. Persekongkolan yang selama ini selalu saja dibantah.
|
Tadi malam saya datang ke Mabes Polri untuk mendukung Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Wakil Ketua KPK, yang sedianya akan menyerahkan diri untuk ditahan sebagai bentuk solidaritas terhadap pejabat KPK yang ditaangkap. “Saya melakukan prosedur-prosedur yang sama dengan Chandra dan Bibit ketika di KPK,” kata Erry. “Jika mereka ditahan karenanya, dengan alasan sama saya harus pula ditahan.” Erry ingin menunjukkan betapa absurd langkah polisi (dan Presiden Yudhoyono yang mendukung penuh polisi, atau setidaknya diam saja melihat keganjilan itu).
|
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah dikenal khalayak luas sebagai orang yang memang dekat dengan Amerika Serikat. Jenderal Angkatan Darat yang mengambil Jalur Staf ini-satu jalur aman karena kebanyakan diisi dengan duduk di belakang meja, sangat beda dengan Jalur Komando yang kebanyakan harus aktif di medan tempur dan peperangan-dalam merintis karir militernya, mondar-mandir menuai ilmu di Amerika Serikat dengan mengikuti dua kali program latihan militer di Fort Benning, Georgia (1976 dan 1982). Juga di Fort Leavenworth, Kansas (1991). Gelar Pasca Sarjana pun diperolehnya di Amerika Serikat.
|
Saat ini, jika kita membaca berita yang disebut sebagai rivalitas antara polisi buaya dan cicak KPK, maka ada istilah yang sangat sering disebut yaitu kriminalisasi KPK oleh polisi yang menunjukkan adanya dugaan rekayasa polisi dalam penyidikan terhadap dua pimpinan KPK non-aktif, Chandra M.Hamzah dan Bibit S.Riyanto.
|
KOMISI adalah salah satu lembaga di DPR yang menjadi incaran para wakil rakyat karena di komisi itulah tersimpan komisi yang menggiurkan, baik karena budaya rente maupun budaya korupsi. Hari-hari belakangan ini partai-partai dan para wakil rakyat sibuk memperebutkan posisi di sebelas komisi yang tersedia. Perebutan posisi itu sekaligus mencerminkan apa sesungguhnya motivasi mereka menjadi anggota DPR. Apakah mereka ke Senayan karena nafkah atau karena pengabdian.
|
|
Selasa, 15 September 2009 |
|
|
DPR periode 2004-2009 sangat produktif menciptakan hukum. Sedikitnya 170 undang-undang sudah dihasilkan dalam lima tahun terakhir. Dalam waktu sisa 15 hari menjelang purnatugas, DPR bahkan masih bertekad menyelesaikan 15 rancangan undang-undang (RUU) yang belum kelar, termasuk RUU Rahasia Negara. Akan tetapi, produktivitas dewan yang tinggi itu tidak disertai dengan kemampuan menghasilkan undang-undang yang bermutu. Tidak sedikit pasal dalam berbagai undang-undang itu yang kemudian dinilai Mahkamah Konstitusi bertentangan dengan UUD 1945.
|
|
Selasa, 01 September 2009 |
|
|
|
Aburizal Bakrie atau Ical mengiming-imingi Partai Golkar dengan uang Rp 1 triliun sebagai dana abadi untuk kas partai beringin itu. Bahkan dia berjanji akan membangun Kantor Pusat Partai Golkar berlantai 25 di Slipi, Jakarta. Namun saat diungkit tentang lumpur Lapindo, Ical mengatakan, "Hanya orang-orang yang tidak mengerti keputusan Mahkamah Agung saja yang bicara Lapindo. Ini tidak memengaruhi sikap saya, malah banyak orang simpati kepada saya." Salut untuk muka tebal Ical. Dia benar-benar menjiwai perannya sebagai pedagang, pengusaha, dan politikus. Pasti motto yang digunakannya, anjing menggonggong saya tetap berlalu.
|
|
Selasa, 01 September 2009 |
|
|
Setelah dua tahun berperang melawan Tommy Soeharto di Pengadilan Kerajaan Inggris, akhirnya pemerintah Indonesia kembali kalah. Kasus yang diperjuangkan Indonesia itu adalah pembekuan uang Rp 514 miliar di perusahaan Tommy, Garnet Investment. Pemerintah menduga keras bila uang itu hasil korupsi. Tommy bukanlah orang bersih, terutama dalam masalah korupsi. Itulah yang akan muncul dari pikiran hampir semua orang saat membaca track tecord dia. Sayangnya, meski saat ini dia masih bermasalah dengan pemerintah kita, Partai Golkar tetap mengidamkannya sebagai ketua umum.
|
PEMILU 2009 telah melahirkan perkara yang paling mengenaskan, yaitu konflik di tubuh partai. Siapa yang tidak sependapat dianggap musuh. Konflik internal pun berkembang menuju perpecahan yang serius. Gejala itu terjadi di banyak partai yang kalah pada Pemilu Legislatif 2009. Konflik merebak gara-gara partai dijajah pragmatisme, tak punya idealisme, dan hanya memburu kekuasaan.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 14 dari 20 |