|
|
Mahdawiyah
|
|
Sabtu, 09 Agustus 2008 |
|
|
Pertahanan Imam Mahdi Dr Jalali : Saya telah mendengar bahwa Imam Zaman akan muncul dengan pedang. Ini merupakan sesuatu yang tampaknya tidak benar. Alasannya bahwa sejauh ini manusia telah menciptakan dan menemukan berbagai macam senjata untuk digunakan dalam peperangan. Proliferasi nuklir dan senjata penghancur massa baru saja ditambahkan kepada susunan persenjataan dalam gudang senjata manusia. Dengan menggunakan senjata kimia dan biologi, termasuk perlengkapan detonasi jarak jauh untuk senjata-senjata ganda, berjuta manusia dapat dihancurkan dalam satu letusan. Pertanyaan yang muncul, dengan semua persenjataan yang ada sekarang ini, bagaimana orang bisa membayangkan bahwa Al-Mahdi dan pasukannya akan berjaya dengan pedang ?
|
|
Mahdawiyah
|
|
Senin, 07 Juli 2008 |
|
|
Terkait dengan masa depan dunia, diantara manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian pesimis dengan apa yang akan terjadi pada dunia, sementara sebagian memandang dunia dengan pandangan optimis. Sekelompok manusia optimis dan yakin bahwa dunia dan sejarah kemanusiaan sedang menuju masa keemasan dan akan berakhir kepada kesempurnaa serta kebahagiaan. Sementara yang lain pesimis dengan masa depan dunia, mereka meyakini bahwa dunia hari demi hari akan menuju kehancuran karena berbagai alasan.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Sabtu, 28 Juni 2008 |
|
|
Ayatullah Ibrahim Amini Pertemuan dimulai di rumah Dr Jalali. Diskusi ini diadakan guna memenuhi rasa penasaran tentang sejumlah isu yang berhubungan dengan topik Imam Keduabelas (as) yang diangkat, didiskusikan , dan dianalisis secara kritis dalam bagian yang bergerak lebih jauh. isu penting berikut adalah nasib umat lain di bawah pemerintahan Al-Mahdi.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Rabu, 28 Mei 2008 |
|
|
Ayatullah Ibrahim Amini Diskusi mulai tepat pukul 08.00 malam di kediaman Dr Jalali. Ia membuka diskusi dengan mengajukan pertanyaan pertama. Dr Jalali : Tuan Hosyyar, sudikah Anda menjelaskan kepada kami, bagaimanakah kemunculan Imam Mahdi, Pemilik Perintah itu ?
|
|
Mahdawiyah
|
|
Kamis, 20 Maret 2008 |
|
|
Falsafah Ghaibah (II) Keghaiban Imam Zaman aj hingga di masa ini, memastikan adanya hikmah dan kebenaran padanya, sehingga akan diketahui pula hikmah dan hujjah Allah yang ada padanya. Dilatar belakangi oleh keberlangsungan keberadaan pemerintah dhalal, fasad yang tiran hingga dizaman ini dengan segala bentuk permusuhannya terhadap Islam dan muslimin sehingga bertambahlah harapan, keinginan dan keperluan terhadap kehadiran Imam Zaman aj sebagaimana perlunya keberadaaan para Imam sebelumnya. Telah diketahui oleh semua bahwa sudah berlalu masa dimana para imam sebelum ini muncul dengan nama dan indentitasnya yang jelas oleh umum. Maka sekarang, keberadaan imam merupakan kelanjutan dari setiap sesuautu yag menjadi dalail dari semua yang terjadi sebelumnya. Tampa keberadaaan Imam Zaman aj dalam keadaan sekarang maka akan fasad (salah) lah semua dalil yang ada, sebagaimana salahnya keberadaaan para imam sebelumnya.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Jumat, 15 Pebruari 2008 |
|
|
I’tiqad kepada Imam Mahdi aj sudah ada sejal awal Islam, sebagaimana diriwayatkan oleh Rasulullah:”Al Mahdi dari kami Ahlil Bait as yang dibenahi permasalahanya oleh Allah dalam semalam”(Biharul Anwar 52/280). Sebegitu mutawatirnya riwayat ini sehingga tidak Syiah dan juga Sunni dapat mengingkari dan menolak keberadaan Imam Mahdi aj di akhir zaman nanti.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Minggu, 23 Desember 2007 |
|
|
|
10. Berdiri ketika mendengar sebutan nama dan laqab-laqab mulia Hadhrat afs sambil meletakan tangan keatas kepala sebagai tanda penghormatan Terdapat dalam sebuah hadis : Di suatu majelis yang di hadiri oleh Imam Shodiq as, diingatkan tentang Imam Zaman afs, Imam Shodiq as bangkit berdiri karena menghormati nama beliau afs. Ini adalah tata-cara yang sudah berjalan di kalangan para Imam as dan para ulama besar syiah, juga dalam buku-buku yang berkaitan dengan perkara ini menganggap mustahab (sunnah) melakukannya dikala sendirian. Bahkan sebagian dari para ulama mengatakan: Suatu ketika dalam suatu mesjid, disebutlah nama Al-Imam jaman afs, maka sebagian dari para hadirin bangkit berdiri, dan sebagian dari mereka tidak melakukannya tampa ada udzur, maka ini termasuk prilaku penghinaan dan mengoyak kehormatan, maka prilaku demikian akan menjadi haram.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Sabtu, 08 Desember 2007 |
|
|
Hubungan Penantian Positif dan Asyura Mereka yang berada di barisan Al-Qur’an, Itrah dan para ulama Ilahi mengatakan: Bahwa intidzâr (penantian) itu seharusnya disertai dengan pelaksanaan amal sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah Taala. Muntadzir (seorang penanti) adalah seseorang yang memiliki perhatian atas tugas-tugas (wadhâ’if) agama serta tidak melupakan keutamaan-keutamaan akhlak.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Rabu, 28 November 2007 |
|
|
|
Pengikut Imam Mahdi aj Untuk terjadinya kehadiran Imam Mahdi aj tidak cukup dengan syarat kedhaliman dan kefasadan.tapi juga memerlukan insan shaleh, pemikir pemikir yang kuat, iman yang kokoh, fisik yang terlatih dan hati yang terang.
|
|
Mahdawiyah
|
|
Sabtu, 10 November 2007 |
|
|
Makna intidhar (penantian) adalah menanti “kehadiran” Imam Zaman aj, menanti pemerintahan Qur’an dan Islam. Kalian tidak akan pernah puas dengan kemajuan dimana kalian sedang berada sekarang, sekalipun dengan kemajuan Revolusi Islam yang telah kita capai.Kita berharap untuk lebih dekat lagi dengan pemerintahan Qur’an dan Islam. Inilah penantian. Intidhar adalah menunggu karya sempurna pekerjaan kemanusiaan.
|
|
|