|
Adalah Eduard Shevardnadze, presiden terpilih Georgia pada tahun 2003 terjungkal dari kursi kepresidenan. Mikheil Saakashvili, mahasiswa jebolan universitas AS itu menghimpun oposan pemerintah dan menuding pemerintahan Eduard Shevardnadze melakukan kecurangan di pemilu legislatif. (Kecurangan adalah satu cara dan “modus licik” yang dijalankan AS untuk menjungkalkan kandidat pemenang pemilu di suatu Negara. Dan dengan modus inilah Amerika melalui “LSM-LSM Terbang” menjalankan aksinya untuk menjatuhkan presiden terpilih, Ahmadinejad dalam pemilihan presiden Iran tahun 2009 lalu). Saakashvili kemudian menggelar aksi turun jalan siang dan malam dan berhasil menduduki parlemen lalu memaksa Shevardnadze lengser dari jabatannya.
|
|
Kejadiannya tadi malam, diruang “Ashabul Kahfi” yang sempit dan pengap itu terjadi diskusi hangat. Sebut saja si Doel, jebolan salah satu universitas Indonesia itu begitu bersemangat meneriakkan “Es Be Ye nggak becus ngurus negara!”. Sementara de’ Mamang yang pernah mendekam di organisasi kemahasiswaan juga tak garang berteriak”Es Be Ye, plintat plintut..!, nggak teges!”. Kang Solkan yang pernah nyantri disalah satu Ponpes di Jawa Tengah itu, dengan kalem berucap” Semua inikan taqdir, ya mesti nerimo, wong taqdir kok”, ujarnya sambil nyedot udud merk Bahman.
|
|
Secara umum, agama-agama dunia, jika ditilik dari nilai-nilai yang diemban para pembawanya, dapat diklasifikasikan dua kelompok: kelompok pertama, ialah kelompok yang dipelopori oleh Nabi Ibrahim as dan para nabi setelahnya. Mereka semua adalah para nabi yang lahir dari lapisan bawah masyarakat yang mayoritas adalah penggembala kambing. Secara ekonomi, sejarah mencatat, kelompok ini tidak tercukupi kebutuhan keseharian mereka, kecuali sebagian kecil darinya. Rata-rata hidup dibawah garis kemewahan, apa adanya, seala kadarnya kalau tidak dibilang fakir dan miskin.
|
|
Untuk mengaktualkan diri agar “Sadar Diri dan Matang Memilih dan Memilah”, akal membimbing kita supaya memulai dari mengingat nikmat Tuhan yang tak akan terhitung. Terserah kepada mereka yang percaya atau tidak pada Tuhan, mau melepaskan hasrat syukur kepada-Nya atau tidak, kita masih bisa mengingat keberadaan diri ini, yang walau bagaimana pun lebih baik dari ketiadaannya.
|
|
Syahdan, hiduplah seorang sufi. Hari-harinya dihabiskan hanya untuk ritual keagamaan, merayu Tuhan berharap surga. Sang sufi bersumpah untuk tidak bergaul dengan manusia yang menurutnya telah tercemar kebinatangan dan berpeluh dosa. Karenanya, ia menjauhkan diri dari kehidupan sosial masyarakat, tak perduli dengan keadaan masyarakat social, acuh tak acuh dengan kelaparan yang mendera sekelilingnya, jiwanya merasa tenang dan senang dengan cara mengurung diri dari khalayak ramai dan memenjarakan diri dalam gua.
|
Adalah makna keindahan, yang seringkali disetarakan dengan kebaikan. Hanya saja, keindahan biasanya dilekatkan pada materi, baik hidup maupun mati, sedang kebaikan diatributkan pada perbuatan. Karena penyetaraan itu, kebaikanpun akan pula dikurung oleh tanda tanya persis yang seperti tanda tanya yang memasung kata keindahan. Jadi, kebaikan pun bisa dipertanyakan; apa betul ada kebaikan? Atau ia hanya sekedar sesuatu yang dipaksakan indah oleh pikiran kita, selera kita, nafsu kita, dan karena kita suka?
|
Rasional Khomeinei yang melakukan tindakan tidak rasional menurut pandangan awam yang malah meminta para demonstran membawa bunga, dan menghadiahkan setangkai bunga untuk setiap butir peluru yang ditembakkan tentara, bisa kita gradasikan ke masa kini. Di Palestina, dalam perang 22 hari 27, Desember 2008- 18, Januari 2009, Fosfor, Merkava sekaligus nuklir, tak berdaya dihadapan bocah-bocah kecil disana dengan senjata batu dan kerikil. Logika matematika mengatakan, Israellah yang harus menang, namun, fakta itu berbalik, jelas ini tidak rasional. Dalam kegalauan demikian ini, akankah kita masih saja memandang tidak berarti kerikil dan batu yang dilemparkan bocah-bocah di sana?! Israel itu sudah capek, mental mereka hancur. Kematian yang bermakna kebinasaan berbanding dengan kematian bermakna awal kehidupan
|
“Science without religion is lame, raligion without science is blind”; Ilmu pengetahuan tanpa agama niscaya lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta. (Albert Einstein) Awalnya, rasionalisme datang dari tradisi Kristen demi membela ajarannya (apologetic). Rasio dipergunakan mencari pembenaran, bukan mencari kebenaran. Sebab itu, Nietzsche mengkritik “dengan rasio budi, Tuhan telah mati”. Di Islam pun, usaha mengkompromikan agama-rasio, kita dapati dari para pemikir, dan mengawin paksakan teks-teks agama-rasio supaya Islam mampu menjawab tantangan jaman. Tentu, saya tidak sepakat dengan mereka yang berusaha memperkosa ayat-ayat, teks agama dan merasionalitaskan segalanya.
|
Indonesia sungguh dalam bahaya. Tidak hanya gagal dalam politik dan demokrasi, di kancah persaingan olah raga tingkat regional saja, bangsa ini kian tak berdaya. Tak cuma peringkat, daya saing global juga terus melorot. Indonesia semakin tenggelam dan nyaris tak terdengar prestasinya. “Macan Asia” ini pun masih enak tidur dan pulas sambil mendengkur.
|
|