|
Wali Faqih
|
|
Minggu, 28 September 2008 |
|
|
Khat Imam X Imam Khomeini qs selalu memikirkan permasalahan rakyat, oleh karena itu rakyat dalam pandangan Imam, memiliki tempat yang besar lagi utama. Rakyat menurut pandangan beliau, merupakan modal dasar dari kebangkitan revolusi agung Islam yang mampu menjatuhkan rezim thaghut dan kefasadan. Dengan dasar keyakinan inilah, Imam merangkul rakyat sejak awal revolusi Islam di Iran. Kemudian yang menjadi contoh baik yang diikuti oleh para pecinta kemerdekaan adalah semua pergerakan itu berlandaskan kepada ibadah dan ketaatan. Dari sinilah Imam telah menunjukkan metode dan cara khusus, terfokus pada rakyat. Rakyatlah yang menjadi tonggak revolusi Islam yang penuh berkat itu hingga merubah wajah abad ke 20.
|
|
Wali Faqih
|
|
Rabu, 03 September 2008 |
|
|
Masalah paling prinsipal adalah bahwa kecenderungan kepada Islam di dalam negara dengan sistem pemerintahan Islam tidak bisa dipisahkan dari kecenderungan kepada rakyat umum. Basis kerakyatan ini dalam pemerintahan Islam memiliki akar yang kokoh. Ketika menyebut ‘pemerintahan Islam', kita tidak bisa menutup mata dari suara dan kehendak rakyat umum. Landasan pilihan rakyat juga bersumber dari ajaran Islam. Karena itu demokrasi yang kita terapkan yakni demokrasi agama memiliki dasar pemikiran yang kuat. Fondasi demokrasi agama berbeda dengan demokrasi ala Barat. Demokrasi agama - yang kita pilih dan berasaskan pada hak dan kewajiban ilahi atas seluruh umat manusia - bukan sekedar sebuah kontrak saja. Setiap manusia memiliki hak memilih dan menentukan.
|
|
Wali Faqih
|
|
Senin, 04 Agustus 2008 |
|
|
Khat Imam IX Imam Khomeini qs berkata:”Sesunggunya ada tangan tangan yang hendak mengambil dan merampas harta dan sumber kekayaan yang kalian miliki, baik yang ada diatas maupun didalam bumi. Tangan tangan ini tidak akan membiarkan terjadinya persatuan Iran dengan Iraq, tidak juga Iran dengan Turki…..mereka tidak akan membiarkan terjadinya persatuan kalimah”.
|
|
Wali Faqih
|
|
Sabtu, 21 Juni 2008 |
|
|
|
Khad Imam (VIII) Al Quds Bara permasalahan al Quds dan Palestina selalu membakar jiwa dan perasaan Imam Khomeini qs sehingga selalu muncul dalam ungkapan pidatonya. Permasalahan yang sebelum dan sesudah terjadi revolusi telah menjadi salah satu tujuan penting yang diutamakan dan diangkat sebagai jihad. Imam memperjuangkan untuk kebebasan sempurna semua tanah, sungai dan lautnya, sebagaimana Imam mengatakan:”Wajib untuk menghilangkan Israel”. Untuk itu Imam memfokuskan semua kekuatan untuk menjelaskannya kepada umat Islam agar Al Quds tidak sampai dirampas (dari tangan muslimin) dan mencari jalan agar dapat membebaskannya.
|
|
Wali Faqih
|
|
Sabtu, 17 Mei 2008 |
|
|
|
Khad Imam (VII) Kebebasan di garis Imam Khomeini qs Kebebasan merupakan tujuan manusia seiring dengan fitrah yang benar, sehingga manusia berusaha untuk bebas dan tidak terpaksa di berbagai aspek, kejiwaan, kemasyarakatan juga alamiyah dan sebagainya. Sebagaimana islam merupakan agama fitrah, maka didapatkan ketetapan Islam seiring dengan fitrah ini. Imam Ali as berkata:”Wahai manusia , sesungguhnya Adam tidak dilahirkan sebagai budak dan hamba sahaya, sesungguhnya manusia semua bebas…!”.Konsewensinya, dunia dijadi tempat pertumbuhan kebebasan dan pengembangannya dengan sistim dan hukum Islam, Lebih jauh lagi. sistim Islam merupakan jaminan dari kebebasan. Imam Khomeini qs berkata:”Sesungguhnya ataruan Islam yang telah memberikan kebebasan dan demokrasi hakiki, selain dari jaminan kemerdekaan seluruh negara”. “Islam yang memberikan kebebasan pada kita, maka raihlah kebebasan ini, islam merupakan kebebasan yang benar”.
|
|
Wali Faqih
|
|
Kamis, 27 Maret 2008 |
|
|
Khath Imam (VI) Allah befirman dalam KitabNya:”Orang orang yang beriman dan berhijarah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah, dan itulah orang orang yang yang mendapat kemenangan”.(At Taubah 20). Sesungguhnya syahadah dijalan Allah adalah salah satu jalan untuk sampai pada ridha Allah dan dekat kepadaNya. Syahadah adalah terbunuhnya seseorang karena tujuan taat kepada Allah.
|
|
Wali Faqih
|
|
Kamis, 06 Maret 2008 |
|
|
Khat Imam “Kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan taklif, dan bukan bertugas kita untuk menentukan hasil”. Budaya taklif banyak didengar dari para ulama dan mursyid sebagai suatu yang sangat penting. Terikat dengan taklif syar'i Ilahi, memungkinkan untuk kita mendalami seputar kefahaman "keterikatan dengan taklif"; seperti nilai ruhiyah (kejiwaan) yang diperlukan oleh seseorang sehingga dapat dikatagorikan sebagai berpegang pada taklif Ilahi, maksud dari pada keterikatan dengan taklif, dan siapa yang menentukan taklif kita?!.
|
|
Wali Faqih
|
|
Senin, 04 Pebruari 2008 |
|
|
Ulama’ Dari Imam Hadi as:”Kalau selepas ghaibnya Imam Zaman aj tidak ada ulama yang tinggal untuk menbimbing kepadanya, menunjukkannya dan melebur kepada agamanya dengan hujjajullah (Imam Mahdi aj), dan menolong kaum lemah dari hamba hamba Allah dari pengaruh iblis dan pengikutnya, dari jerat kaum nawasib (ekstimis), maka tidak ada seorangpun yang tinggal kecuali orang yang murtad dari agama Allah” (Mizanul Hikmah jld 3 hal 2087).
|
|
Wali Faqih
|
|
Sabtu, 29 Desember 2007 |
|
|
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Puja dan Puji Bagi Allah SWT Segala puja dan puji hanya bagi Allah SWT yang begitu tinggi dalam ke-Esaan-Nya, dan yang begitu dekat dalam kesendirian-Nya. Maha Agung dalam kekuasaan-Nya dan Maha besar dalam kekokohan-Nya. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu sementara Dia tetap pada derajat-Nya. Semua makhluk ciptaan-Nya tunduk dibawah kekuasaan dan hujjah-Nya.
|
|
Wali Faqih
|
|
Selasa, 25 Desember 2007 |
|
|
Bismillahir Rahmanir Rahim Saya mengucapkan selamat hari lahir Isa Al Masih bagi semua bangsa yang tetindas di dunia, pengikut Masihi dan juga kaum Nasrani. Pada Isa al Masih semuanya adalah mukzijat. Satu mukjizat, beliau lahir dari ibu yang perawan. Satu mukjizat, belaiu berbicara dalam buaian. Satu mukjizat, beliau membawa kedamaian, penyembuhan dan spiritualitas bagi manusia. Semuanya adalah mukjizat, dan semua anbiya adalah mukjizat, dan semuanya datang untuk membentuk manusia. Semua menginginkan manusia berjalan di jalan lurus Ilahi, semua menginginkan agar manusia hidup dalam lingkungan damai, sejahtera dan bersaudara.
|
|