Diskriminasi Muslim di AS PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Minggu, 01 November 2009
 
Views 539

Menteri Kehakiman AS, Eric Holder mengakui adanya peningkatan diskriminasi terhadap warga muslim di negaranya. Ia mengatakan, tragedi 11 September 2001 adalah tamparan keras bagi warga AS dan minoritas muslim di negara ini. Seperti warga lain, masyarakat muslim AS juga turut berpartisipasi dalam proses pemulihan akibat tragedi tersebut. Serata memperingatkan atas kian meningkatnya tindak diskriminasi terhadap warga muslim, menteri kehakiman AS itu menegaskan, dalam kondisi semacam ini sangat sulit bagi warga muslim untuk hidup di AS.

Menyinggung hasil studi Pew Research Center di AS, Eric Holder mengungkapkan, hasil telaah lembaga penelitian itu menunjukkan, dibanding kelompok warga lain, masyarakat muslim AS lebih rawan menjadi sasaran diskriminasi rasial. Berdasarkan hasil penelitian dan jajak pendapat Pusat Riset Pew, enam dari 10 warga AS menilai warga muslim mengalami perlakuan diskriminatif yang lebih besar ketimbang komunitas yahudi, protestan, dan ateis. Adanya beragam laporan mengenai kasus diskriminasi terhadap warga muslim AS belakangan ini turut memperkuat hasil penelitian tersebut. Hingga kini belum ada data resmi mengenai jumlah warga muslim di AS. namun berdasarkan data tidak resmi, warga muslim AS diperkirakan berjumlah antara enam hingga delapan juta jiwa.

Selama ini, AS merupakan negara tujuan imigran dan dikenal sebagai icon demokrasi dan kebebasan. Karena itu, banyak masyarakat yang mengira bahwa komunitas beragama di AS memperoleh kebebasan yang lebih besar dibanding negara lain. Tentu saja, gencarnya slogan demokrasi dan pluralisme yang kerap dipromosikan media-media AS turut memperkuat anggapan tersebut.

Berbeda dengan wajah indah Negeri Paman Sam sebagaimana yang sering ditampilkan dalam film-film Hollywood, kenyataan yang ada justru berbeda jauh. Kendati sudah empat dekade, gerakan persamaan hak sipil dan penghapusan undang-undang diskriminasi rasial di AS berlalu, dan seorang kulit hitam untuk pertama kalinya berhasil menduduki kursi presiden, namun itu semua bukan berarti diskriminasi di AS telah terhapus secara total. Bahkan sampai kini pun, sejumlah lawan politik Presiden Barack Obama terkadang masih saja menyelipkan pernyataan bernada rasis dalam kritikan politiknya.

Media-media AS sendiri juga masih sering dipenuhi dengan beragam laporan dan berita soal kasus diskriminasi terhadap warga kulit berwarna. Sampai sekarang identitas kulit berwarna dan penutur bahasa non-inggris di AS masih menjadi landasan diskriminatif polisi AS dalam menghadapi warga non-kulit putih. Berdasarkan hukum tak tertulis, warga kulit berwarna di AS merupakan masyarakat kelas dua dan kerap menjadi sasaran tudingan kriminal. Tentu saja, tindak diskriminatif di Negeri Paman Sam tidak terbatas pada masalah perbedaan kulit, tapi juga terhadap warga non-Kristen. Komunitas muslim merupakan minoritas yang paling sering menjadi korban diskriminasi. Kasus itu bahkan kian meningkat pasca terjadinya tragedi 11 September 2001.

Tragedi 11 September 2001 menjadi dalih bagi penguasa AS untuk menyulut gelombang anti-Islam dan islamfobia dengan kedok perang anti-terorisme. Tak mau ketinggalan, Hollywood dan media-media AS turut membantu Washington melancarkan propaganda menyudutkan Islam. Mereka berupaya mengesankan bahwa Islam identik dengan agama kekerasan dan terorisme. Efek dari propaganda anti-Islam itu bahkan turut dirasakan warga muslim di Eropa. Mereka juga memperoleh tekanan dan diskriminasi politik dan sosial yang tak kalah buruknya sebagaimana yang dialami saudaranya di AS.

Berbicara bahasa Arab, memiliki nama berbau Islam, dan jilbab menjadi dosa potensial bagi warga muslim di Barat. Terciptanya iklim anti-Islam yang dilancarkan pemerintah dan media Barat itu memantik munculnya gelombang diskriminasi anti-Islam.

Meski demikian, serangan propaganda anti-Islam itu juga menghasilkan efek balik yang membuat Islam semakin berkembang luas di negara-negara Barat. Ajaran Islam yang menyerukan keadilan dan perdamaian tak mudah ditutup-tutupi begitu saja dengan perang media. Menariknya lagi, mayoritas pemeluk baru Islam di Barat merupakan warga yang selama ini menjadi korban diskriminasi. Kenyataan ini membuktikan bahwa suara keadilan dan perdamaian Islam tak mudah dibendung oleh propaganda negatif Barat.

Tak ayal, slogan kebebasan berpendapat menjadi alat pembenaran bagi pemerintah dan media-media Barat untuk melancarkan propaganda anti-Islam. Karena itu, reaksi protes pemerintah dan bangsa-bangsa muslim terhadap pelbagai kasus penistaan terhadap Islam dipandang sebagai tindakan yang menyalahi prinsip kebebasan berpendapat.

Belakangan Departemen Luar Negeri AS merilis daftar negara-negara yang melanggar kebebasan beragama. Ironisnya, saat menerbitkan daftar tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menegaskan bahwa penistaan terhadap agama lain merupakan perkara yang diperbolehkan. Dalam orasinya, Hillary menyatakan, upaya negara-negara Islam untuk mencegah penghinaan terhadap agama merupakan langkah yang bertentangan dengan prinsip kebebasan berpendapat. Tentu saja pernyataan itu justru mengungkap kemunafikan AS dalam menyikapi Islam. Padahal sebelumnya, Presiden Barack Obama menekankan perlunya penghormatan terhadap Islam dan penguatan kerjasama antara AS dengan negara-negara dan bangsa muslim.

Namun, banyak analis politik menilai, sikap lunak yang ditunjukkan Obama belakangan ini sejatinya hanya taktik untuk memperbaiki citra AS yang sudah terlanjur sangat buruk di mata dunia Islam. Mereka juga menilai, pernyataan Hillary yang menghalalkan penghinaan terhadap agama, pada dasarnya merupakan bukti bahawa Washington masih memerlukan propaganda anti-Islam untuk melancarkan politik ekspansifnya di dunia.[islammuhammadi/mt]

Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 
"The Rigis", Shah Iran, dan Neokon Amerika

Lupakan Ahmad Chalabi dan "Curveball," kini ada aksi baru Neokon di kawasan - mereka adalah keluarga Rigi (the Rigis) dari Jundullah, kelompok teroris Baluchi dukungan CIA yang beroperasi di...

 
Misteri Penangkapan Abdolmalek Rigi

Penangkapan terhadap pemimpin kelompok teroris JUNDULLAH yang didukung CIA, Abdolmalek Rigi, oleh Vevak pada 23 Februari 2010 lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama yang terkait dengan ke...

 
Dua Pukulan Telak Buat AS dan Israel di Timur Tengah

Beberapa bulan terakhir ini, dunia menyaksikan dua peristiwa aktual di Timur Tengah yang memukul secara telak aliansi strategis intelijen AS dan Israel.

 
Israel Ancam Lebabon

Sebuah laporan intelijen Jerman yang dilansir hari Kamis (18/2), mengungkap adanya keinginan militer Zionis Israel untuk kembali menduduki wilayah perbatasan di dalam wilayah Libanon sejauh 5-7 kilome...

 
Kapal Jamaran, Kapal Perang Tipe Perusak

Peresmian kapal perang tipe perusak Jamaran yang dihadiri oleh Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menyerap perhatian luas dari masyarakat dunia. Dalam menjelaskan proses produksi kapal pe...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 6 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1791
Pranala: 0
Pengunjung: 2471510

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News