Hati Publik yang Terluka PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Sabtu, 07 November 2009
 
Views 416

PANGGUNG hukum di negeri kita kian jauh dari akal sehat. Ada orang yang telah terang benderang mengatur, mencoba menyogok, dan mengancam nyawa penegak hukum, tapi malah diberi jalan leluasa untuk melenggang bebas. Sebaliknya, pimpinan sebuah lembaga pemberantas korupsi yang melaksanakan perintah undang-undang begitu gampang dimasukkan ke bui kendati alasan yang mendasarinya amat lemah.


Itulah yang dipertontonkan penegak hukum di Republik ini dalam memperlakukan Anggodo Widjojo. Aktor utama yang mengobrak-abrik lembaga penegak hukum, sebagaimana yang terekam dalam pembicaraannya dengan sejumlah orang itu, teramat susah disentuh hukum.

Sudah lebih dari 24 jam adik kandung buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggoro Widjojo itu diperiksa polisi. Tapi, korps baju cokelat tersebut tak juga menahan Anggodo dengan dalih belum menemukan cukup bukti.

Mengapa masih saja sulit menemukan bukti? Bukankah rekaman yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi dan disaksikan jutaan pasang mata anak bangsa ini telah terang benderang menegaskan betapa Anggodo amat mudah membuat para pendekar keadilan bak kerbau dicocok hidungnya?

Kita menyaksikan betapa menganga jurang antara pikiran legalistik polisi dan nurani yang terkoyak ketika rekaman dibuka. Tetapi, kita kian marah dan tersinggung, lembaga kejaksaan dan kepolisian yang mewakili martabat keadilan dan kebenaran diobrak-abrik mafia.

Postulat yang berkembang ialah semakin sulit polisi menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Anggodo, semakin sakit pula hati rakyat yang sudah terluka. Akal sehat kita meyakini Anggodo sudah 1.000% bisa menjadi tersangka, bahkan terdakwa, tapi polisi tidak juga menangkap keyakinan publik itu.

Mestinya para penegak hukum tanggap dengan kegeraman publik. Polisi bisa menengok situs jejaring sosial Facebook yang sudah melibatkan lebih dari 800 ribu pendukung Bibit-Chandra, dan lebih luas lagi pendukung KPK. Belum lagi
dukungan melalui demonstrasi di kota-kota di seluruh negeri, juga melalui lagu dan puisi, yang terus meluas dari waktu ke waktu.

Semua itu bukti yang amat gamblang betapa hati rakyat sangat terkoyak. Hukum, yang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinyatakan tengah diupayakan untuk tegak, oleh pemegang keadilan malah diserahkan ke tangan mafia untuk dilumpuhkan.

Luka menganga ini bukannya diobati, melainkan malah terus disayat-sayat oleh logika prosedur hukum yang dibuat-buat. Upaya penegakan keadilan bak membangun rumah pasir yang kini tengah disapu bersih oleh ombak bernama Anggodo. Sudahlah. Jangan terus menggarami perihnya luka publik.

Peristiwa beberapa hari belakangan ini mestinya menjadi momentum penting bagi penegak hukum untuk berhenti menjajakan keadilan kepada para cukong dan bedebah. Itu kalau para penegak hukum di Republik ini tak mau dicatat dalam sejarah sebagai aktor pembunuh keadilan. [islammuhammadi/mt/mi]



Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 
"The Rigis", Shah Iran, dan Neokon Amerika

Lupakan Ahmad Chalabi dan "Curveball," kini ada aksi baru Neokon di kawasan - mereka adalah keluarga Rigi (the Rigis) dari Jundullah, kelompok teroris Baluchi dukungan CIA yang beroperasi di...

 
Misteri Penangkapan Abdolmalek Rigi

Penangkapan terhadap pemimpin kelompok teroris JUNDULLAH yang didukung CIA, Abdolmalek Rigi, oleh Vevak pada 23 Februari 2010 lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama yang terkait dengan ke...

 
Dua Pukulan Telak Buat AS dan Israel di Timur Tengah

Beberapa bulan terakhir ini, dunia menyaksikan dua peristiwa aktual di Timur Tengah yang memukul secara telak aliansi strategis intelijen AS dan Israel.

 
Israel Ancam Lebabon

Sebuah laporan intelijen Jerman yang dilansir hari Kamis (18/2), mengungkap adanya keinginan militer Zionis Israel untuk kembali menduduki wilayah perbatasan di dalam wilayah Libanon sejauh 5-7 kilome...

 
Kapal Jamaran, Kapal Perang Tipe Perusak

Peresmian kapal perang tipe perusak Jamaran yang dihadiri oleh Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menyerap perhatian luas dari masyarakat dunia. Dalam menjelaskan proses produksi kapal pe...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 8 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1791
Pranala: 0
Pengunjung: 2468881

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News