Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (1) PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Minggu, 29 November 2009
 
Views 576

Keadilan Global, Prinsip Awal Negara Islam
Menegakkan keadilan merupakan tujuan terbesar para nabi dan wali Allah. Keadilan adalah harapan dan cita-cita seluruh pecinta kebebasan di dunia. Bila muncul keadilan, gelapnya ketidakadilan, diskriminasi dan kezaliman bakal musnah. Hasrat jiwa masyarakat dapat terpuaskan dengan manisnya keadilan yang dicintai Allah dan bergabung dengan hakikat. Dengan semerbak keadilan, mereka yang selama ini tersesat akan kembali ke jalan yang benar. Pemerintah Iran saat ini dengan mengikuti budaya Islam murni dan dengan memperhatikan tuntutan publik akan berusaha sebisanya menggelar keadilan di segala bidang. Keadilan dalam distribusi kesempatan, fasilitas, pengalokasian sumber-sumber bagi sejumlah daerah tertinggal, potensi dan kapasitas, memberantas kemiskinan, melawan diskriminasi dan korupsi di lembaga-lembaga pemerintah harus menjadi pedoman. Ke depan kita bakal menghadapi banyak rintangan, namun keberhasilan kita bergantung pada partisipasi seluruh rakyat dan tunduk pada kelaziman pelaksanaan keadilan.

Kini manusia di seluruh dunia haus akan keadilan. Keadilan menjadi jaminan perdamaian yang berkelanjutan. Dengan keadilan, hak bangsa-bangsa, masyarakat lemah, tertindas dan terzalimi dapat diambil kembali. Diskriminasi dan standar ganda yang diterapkan dalam hubungan luar negeri dan internasional akan menghancurkan setiap sarana yang mampu menciptakan kesepahaman dan kerjasama. Bangsa-bangsa di dunia tidak dapat menerima hubungan internasional semacam  ini.

Penerapan standar diskriminatif dan standar ganda terhadap bangsa-bangsa serta adanya sejumlah negara yang memiliki hak dan keistimewaan khusus di bidang ekonomi, politik, sains, teknologi dan membatasi bangsa-bangsa lain dari hak-hak ini. Fenomena ini dengan sendirinya menjadi bukti ketidakadilan yang nyata. Republik Islam Iran berusaha agar seluruh bangsa di dunia merasakan perdamaian berkelanjutan di balik bayang-bayang keadilan di seluruh bidang. Keadilan harus menjadi tolok ukur yang mengatur hubungan internasional. Oleh karenanya, unsur-unsur yang mengancam dunia seperti senjata pemusnah massal, kimia dan mikroba yang berada di tangan kekuatan-kekuatan hegemoni harus dimusnahkan.[1]

Upaya Pemerintah Menerapkan Prinsip Keadilan
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam masalah keadilan adalah distribusi fasilitas dan kesempatan dengan mencermati tingkat keterbatasan, potensi dan kapasitas di seluruh daerah satu negara. Hendaknya apa saja yang dapat didistribusikan segera diidentifikasi untuk dibagikan kepada masyarakat dengan tolok ukur yang telah saya katakan. Saya tidak membayangkan para anggota parlemen yang terhormat puas dengan terpusatnya sebagian besar fasilitas dan pengambilan keputusan tanpa ada alasan rasional. Akan tetapi pada prinsipnya anggota parlemen akan berusaha untuk melawan keterbatasan yang ada dan memanfaatkan seluruh kapasitas yang ada berdasarkan tingkat keterbatasan dan pontensi setiap provinsi. Hal ini tentu saja berbeda dengan sentralisasi yang ada saat ini.

Ketika fasilitas, modal baik materi maupun spiritual adalah milik negara dan tugas pemerintah dan parlemen adalah menciptakan kesejahteraan dan pertumbuhan nasional, maka tidak ada alasan untuk menekan rakyat. Kantor-kantor dan para stafnya semestinya membantu rencana dan proyek yang ada. Tidak ada alasan untuk meningkatkan biaya kantor dan stafnya, sementara nilai ekonomis rencana dan program yang ada masih dipertanyakan. Tidak dapat diterima bila ada satu pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh 10 orang dalam satu bangunan senilai 50 juta harus dikerjakan oleh 20 orang dalam sebuah bangunan bernilai milyaran.

Mengapa penanaman modal harus diblokir? Pada prinsipnya kantor-kantor yang memiliki proyek dan rencana harus punya aktivitas nyata. Langkah ini bakal membebaskan ribuan milyar Tuman modal nasional, sekaligus menghapus biaya berat administrasi. Tentu saja ini hanya satu percontohan. Aktivitas pembangunan, ekonomi, penanaman modal untuk produksi dan penciptaan lapangan kerja di pelbagai daerah bakal menemukan arahnya yang benar bila diatur berdasarkan kebutuhan, tingkat keterbatasan, kapasitas dan potensi materi dan spiritual daerah tersebut.

Sumber-sumber kekayaan dan fasilitas yang kita miliki bukannya tidak terbatas. Oleh karena itu, distribusi yang dilakukan harus berdasarkan prinsip-prinsip dan yang paling penting adalah keadilan. Patut dicamkan bahwa keadilan tidak hanya berfungsi sebagai indikator distribusi fasilitas. Mengacuhkan segala kapasitas dan potensi materi dan spiritual sejatinya sama dengan tidak memanfaatkan fasilitas milik rakyat dan memusnahkan modal yang ada. Hal ini dengan sendirinya menjadi contoh dari kezaliman dan ketidakadilan.[2]

Sebab-Sebab Ketidakadilan
Menurut saya sebab-sebab ketidakadilan adalah sebagai berikut:
1.    Segala bentuk kinerja kinerja, yakni orientasi ekonomi dan program.
2.    Tidak ada pengalokasian yang tepat akan sumber-sumber kekayaan dan dukungan pemerintah.
3.    Bunga bank yang tinggi.
4.    Sentralisasi di Tehran dan sebagian kota-kota besar.
5.    Biaya konsumsi pemerintah yang tinggi.
6.    Sebagian kinerja yang salah dan ilegal.
7.    Adanya pencari kesempatan dan korupsi[3]

Program Pemerintah Harus Berdasarkan Keadilan
Poin selanjutnya adalah penekanan pada setiap program pemerintah yang ada harus berdasarkan keadilan. Satu hal yang dilupakan selama masa penyusunan program di negara kita adalah benang tasbih dan variabel yang memberikan tujuan dan hasil kepada seluruh seluruh kerja keras kalian. Tanpa sentralisasi keadilan, sekalipun kita bekerja keras dan menanam modal untuk negara ini selama seratus tahun ke depan, patut diketahui kita tidak akan sampai pada titik yang diinginkan dalam rencana jangka panjang kita. Sejatinya ini kinerja paling mendasar di mana semua program dan pelaksanaan yang kita susun dan lakukan harus berada di bawah prinsip keadilan.[4] [islammuhammadi/sl]

1. Pidato di acara pengukuhan sebagai Presiden Republik Islam Iran, 12 Mordad 1384 (3 Agustus 2005)
2. Pidato di acara pengambilan suara mosi percaya kepada para menteri yang diusulkan kepada Parlemen Republik Islam Iran, 30 Mordad 1384 (21 Agustus 2005)
3. Ibid.
4. Pidato saat memperkenalkan Doktor Farhad Rahbar, 5 Shahrivar 1384 (27 Agustus 2005)



Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Chavez Kecam Menlu Clinton

Hugo Chavez nampaknya memang betul-betul jadi momok bagi Amerika Serikat. Riwayat politik Chavez sejak masih menjadi kolonel bikin Amerika, siapapun presiden dan menter luar negerinya, untuk Angkatan ...

 
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia

Catatan Redaksi/Dina Y Sulaeman: Tulisan berikut ini kiranya sangat bermanfaat untuk menggali lebih dalam ekonomi politik global, karena modernisasi, revolusi hijau, ekonomi pasar adalah proyek global...

 
Gempa Cile: Kerugian Capai 30 Miliar Dolar

Presiden Cile Sebastián Piñera, Jum`at (12/3), mengatakan kerugian harta benda akibat gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter yang mengguncang negeri itu pada 27 Februari mencapai 3...

 
Opsi Tidak Percaya kepada Netanyahu

Seorang pejabat Israel menyerukan mosi tidak percaya kepada PM Israel Benjamen Netanyahu terkait statemen terakhir bahwa ia tidak tahu pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

 
Amerika Marah Sama Israel?

Harian Israel Haaretz menyebutkan bahwa pemerintah Amerika memberikan lampu hijau bagi proses perluasan pemukiman yahudi di kota Al-Quds. Harian itu mengisyaratkan bahwa wakil presiden Amerika Bidden ...

 
Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 11 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1796
Pranala: 0
Pengunjung: 2490327

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News