Waspadai Dampak Lanjutan Krisis Dubai PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Senin, 30 November 2009
 
Views 228

Dampak krisis utang Dubai terhadap perekonomian global diyakini tidak akan separah guncangan akibat kebangkrutan bank investasi Amerika Serikat Lehman Brothers tahun lalu.

Kendati begitu, bank sentral tetap harus mewaspadai kemungkinan dampak lanjutan yang timbul akibat krisis utang tersebut. “Saya kira krisis utang Dubai tidak akan menimbulkan efek berantai yang memancing kekhawatiran berlebih investor dan mengakibatkan arus modal keluar dari kawasan,” ujar Direktur Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prijambodo di Jakarta kemarin. Bambangmenambahkan,negaranegara Arab juga tidak akan tinggal diam menyikapi krisis utang Dubai. Mereka akan menyelamatkan Dubai demi mengamankan sektor keuangan regional Timur Tengah.

“Apalaginegara-negara Arab memiliki kapasitas cadangan fiskal cukup besar untuk memfasilitasi Dubai keluar dari krisis sektor keuangan,” paparnya. Meski begitu, Bambang berharap otoritas ekonomi-moneter tetap mewaspadai dampak lanjutan krisis utang Dubai. Di tingkat global, komitmen negara-negara G-20 dalam penguatan regulasi sektor finansial global diharapkan bisa terealisasi secara maksimal. Adapun di tingkat lokal, fokus ketahanan sistem keuangan domestik juga tetap harus ditingkatkan oleh otoritas terkait.

“Karena itu, protokol krisis yang memungkinkan penanganan cepat berdasar aturan dan dasardasar hukum yang jelas bila sewaktu- waktu terjadi gejolak sektor keuangan,kami kira,tetap relevan dalam konteks ini,”tegasnya. Pemerintah Dubai secara mengejutkan pekan lalu mengajukan penundaan pembayaran utang dua BUMN-nya, Dubai World dan Nakheel, senilai USD59 miliar (Rp560 triliun).Ekonom meramalkan pengajuan penundaan pembayaran utang itu berlanjut ke gagal bayar (default).Kekhawatiran yang lebih besar, pemulihan ekonomi global bisa terhambat.

Peneliti ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam optimistis krisis utang Dubai tidak akan langsung dirasakan oleh sektor keuangan dan perekonomian Indonesia. Sebab sektor keuangan domestik dan Dubai tidak terlalu memiliki jaringan yang cukup dekat. “Dubai tidak terlalu menjadi fokus dari pengembangan networking sistem keuangan dan ekonomi domestik. Kami kira dampaknya tidak akan terlalu kuat bagi kita,” ujarnya.Kendati begitu, Latif mengatakan,krisis utang Dubai seharusnya menjadi refleksi bagi otoritas moneter lokal untuk memperkuat pengawasan sistem keuangan dalam negeri.

Di bagian lain,Bank Sentral Uni Emirat Arab (UEA) akan mengawasi dampak krisis utang Dubai terhadap perekonomian negara itu. “Bank sentral akan memonitor perkembangan secara hati-hati untuk memastikan tidak ada dampak negatif pada ekonomi UEA,”kata juru bicara Bank Sentral UEA kemarin. Secara konstitusi, setiap keemiran di UEA merupakan entitas legal yang terpisah seperti negara federal.Tiap emirat memiliki wilayah dan kekuasaan yang dikelola secara otonom.Pemerintah federal tidak berkewajiban menjamin utang dari tiap emirat.

Sabtu lalu (28/11),Abu Dhabi, Ibu Kota UEA, bersedia membantu Dubai keluar dari krisis utangnya. Namun, Abu Dhabi tidak akan menanggung semua utang Dubai.Abu Dhabi akan memilah-milah utang Dubai yang akan ditangani. “Kami akan melihat komitmen Dubai dan pendekatan mereka pada kasus demi kasus.Ini tidak berarti bahwa Abu Dhabi akan menanggung semua utang mereka,” kata pejabat senior Abu Dhabi akhir pekan lalu. Sejauh ini,Abu Dhabi telah membantu Dubai secara tidak langsung sebesar USD15 miliar melalui Bank Sentral Uni Emirat Arab dan dua bank swasta Abu Dhabi.

Berapa banyak bantuan yang akan diberikan Abu Dhabi sangat bergantung pada penjelasan dari Dubai. “Sampai semuanya jelas, sangat sulit membuat keputusan. Banyak hal yang harus dijelaskan Dubai,” ungkap pejabat Abu Dhabi itu. Analis meramalkan bursa saham di Dubai dan Abu Dhabi akan anjlok pada perdagangan pertama pada 6 Desember nanti.“ Saya meramalkan pasar Dubai turun, minimal dua hingga tiga persen. Sektor perbankan akan menerima tekanan paling besar,” kata analis keuangan Arab Saudi Ali Daqaq. Kasus utang dua BUMN ini diprediksi mengakhiri keinginan Dubai menjadi pusat keuangan di Timur Tengah.

“Apa yang terjadi berikutnya lebih berhubungan pada bagaimana keputusan kritis akan diinformasikan dan ini akan memengaruhi kredibilitas Dubai sebagai pusat keuangan,” kata senior analis Celent Cubillas Ding. Saat ini,sistem keuangan Dubai akan menghadapi ujian riil berhadapan dengan komunitas internasional. Jika langkah Dubai mengecewakan, komunitas internasional akan meninggalkan wilayah itu.“Tidak ada satu pun yang mau bermain di wilayah yang memiliki ketidakjelasan hukum,”papar Ding.

Di tempat terpisah,Presiden Uni Eropa (UE) Jean-Claude Juncker kemarin menyatakan tidak melihat risiko krisis utang seperti di Dubai akan terjadi di Eropa.“Saya tidak melihat masalah default di Eropa,”kata dia usai bertemu Perdana Menteri China Wen Jiabao dan perencana ekonomi Beijing di Nanjing, China, kemarin. [islammuhammadi/mt/si]

Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Chavez Kecam Menlu Clinton

Hugo Chavez nampaknya memang betul-betul jadi momok bagi Amerika Serikat. Riwayat politik Chavez sejak masih menjadi kolonel bikin Amerika, siapapun presiden dan menter luar negerinya, untuk Angkatan ...

 
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia

Catatan Redaksi/Dina Y Sulaeman: Tulisan berikut ini kiranya sangat bermanfaat untuk menggali lebih dalam ekonomi politik global, karena modernisasi, revolusi hijau, ekonomi pasar adalah proyek global...

 
Gempa Cile: Kerugian Capai 30 Miliar Dolar

Presiden Cile Sebastián Piñera, Jum`at (12/3), mengatakan kerugian harta benda akibat gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter yang mengguncang negeri itu pada 27 Februari mencapai 3...

 
Opsi Tidak Percaya kepada Netanyahu

Seorang pejabat Israel menyerukan mosi tidak percaya kepada PM Israel Benjamen Netanyahu terkait statemen terakhir bahwa ia tidak tahu pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

 
Amerika Marah Sama Israel?

Harian Israel Haaretz menyebutkan bahwa pemerintah Amerika memberikan lampu hijau bagi proses perluasan pemukiman yahudi di kota Al-Quds. Harian itu mengisyaratkan bahwa wakil presiden Amerika Bidden ...

 
Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 13 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1796
Pranala: 0
Pengunjung: 2488226

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News