Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 3 PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Rabu, 30 Desember 2009
 
Views 451

Pemerataan Keadilan Inti Kerja Pemerintah
Tidak diragukan lagi ini kerja pemerintah adalah melakukan pemerataan keadilan. Keadilan sendiri adalah semangat Revolusi Islam. Bahkan periode paling sulit dari kebangkitan para nabi dan pemerintahan tauhidi dan ilahi adalah menerapkan keadilan. Tanpa keadilan pemerintahan Islam sama sekali tidak akan menemukan pengertian sesungguhnya. Pemerintah Islam punya dua kerja penting dan kedua-duanya sebenarnya kembali pada satu masalah; pertama, berdasarkan panji-panji monoteisme dan tauhid dan kedua adalah menegakkan keadilan. Segala macam masalah dan keributan di sepanjang sejarah kembali pada upaya perealisasian dua hal ini; tauhid dan keadilan di mana kedua-duanya sebenarnya satu.
Keadilan hakiki berdiri tegak di atas pilar-pilar tauhid dan keadilan akan mengalir di tempat yang dilalui keadilan. Beri saya kesempatan untuk menjelaskan sebagian dari masalah i ni. Perhatikan! Ketika kita mengatakan keadilan, maka pertanyaan selanjutnya adalah di mana saja yang harus kita perbaiki. Ketika kita mengatakan sedang menyusun teorinya, apa sebenarnya teori kita? Saya akan menyebutkan dua contoh kepada kalian. Yang pertama mengenai perbankan dan yang kedua tentang badan-badan usaha milik negara.

Saya bersikeras untuk membicarakan masalah perbankan di pelbagai tempat. Karena saya percaya bila perbankan kita dapat diperbaiki dan berjalan di jalur keadilan dan budaya Revolusi, banyak masalah ekonomi kita yang dapat dicarikan solusinya. Yakni, penyebab puncak dari kebanyakan masalah kembali pada kepincangan sistem perbankan. Perhatikan jumlah berikut!

Khusus bank-bank pemerintah setiap tahunnya memberikan pinjaman  lebih dari 30 ribu miliar tuman (300 ribu riyal, pent). Sementara bank-bank swasta punya cerita sendiri. Satu dari bank-bank ini hanya dalam rentang empat tahun modal mereka dari 15 miliar meningkat tajam mencapai 200 miliar tuman dan pinjaman yang masih tersisa lebih dari seribu miliar tuman. Sementara setiap tahunnya mereka mengeluarkan pinjaman sebesar 30 ribu miliar tuman. Bila kita andaikan dana yang dibutuhkan untuk menciptakan satu lapangan kerja dipukul rata sebesar 10 juta tuman, untuk pertanian lebih sedikit sementara industri lebih besar, maka berapa lapangan kerja yang dapat diciptakan? Baiklah, kini kita bagi 30 ribu miliar tuman dengan 10 juta tuman. Itu berarti ada sekitar tiga juta lapangan kerja dan kenyataan ini sama dengan jumlah angka pengangguran yang kita miliki saat ini. Sekarang, untuk setiap tahunnya berapa jumlah lapangan kerja yang berhasil kita buat? Katakanlah 700 ribu, karena ini toh hanya prediksi. Namun mengapa hal ini tidak juga terjadi?

Jawabannya kembali pada sumber-sumber perbankan kita. Distribusi geografisnya tidak tepat, distribusi obyeknya tidak tepat dan tidak juga distribusi angkanya. Apa artinya semua ini?

Izinkan saya memberikan contoh kepada kalian.

Lebih dari 65 persen sumber-sumber perbankan kita diberikan dalam bentuk kredit sebesar satu miliar tuman ke atas. Ini hal yang wajar. Ketika bank-bank menganggap dirinya sebagai lembaga ekonomi yang tengah bersaing dengan masyarakat dan melakukan aktivitasnya secara independen. Slogan-slogan yang kerap mereka ucapkan dan memandang masalah dari satu sisi lalu menyebutnya sebagai pandangan masyarakat. Padahal semua tahun Barat sendiri juta tidak menerapkan hal ini. Dalam sistem Kapitalisme, para pemilik bank juga merasa memiliki pemerintah, tentu saja di kantong-kantong mereka. Namun kenyataannya berbeda dengan Republik Islam Iran. Lalu mengapa formula yang diterapkan di sana juga ingin diterapkan di sini? Selain itu, mereka sendiri juga tidak menerapkannya.

Sebagian dari bank-bank ini, sekarang telah ditutup namun masih dapat diperbaiki, mengatakan, kami bank swasta. Aneh! Karena pada dasarnya bank-bank ini, sebelumnya, disita oleh pemerintah dan kalian mengangkat direkturnya dan menjalankan aktivitasnya sama seperti badan-badan usaha milik negara lainnya bak burung unta. Hal ini tidak boleh dibiarkan!

Sekarang saya ingin menjelaskan satu hal. Semua ini milik bangsa dan harus diposisikan untuk melayani kepentingannasional dan cita-cita bangsa. Ada 65 persen kredit di atas 1 miliar tuman. Masih wajar. Namun mereka lebih cenderung memberikan pinjaman kepada kelompok yang mampu mengembalikannya lebih cepat dan dengan keuntungan yang lebih besar. Cara ini membuat biaya pengelolaan uang di negara kita menjadi sangat tinggi. Beberapa kali lipat seluruh keuntungan bank yang jamak terjadi di dunia. Ini masih biaya pengelolaannya. Mereka memberikan pinjaman 2 miliar tuman kepada beberapa orang dan menciptakan lapangan kerja di sebuah lokasi. Tempat yang bermanfaat dan hanya dalam rentang waktu dua tahun keuntungan mereka telah kembali. Bank lebih memilih cara ini, namun secara keseluruhan ada sepuluh orang yang bekerja, sementara dua orang yang menikmati dua miliar tuman. Kita harus berusaha agar ada 200 orang yang menikmati dua miliar tuman ini dan modal dapat didistribusikan. [1]

1  . Pidato dalam pertemuan dengan para dosen anggota Basij, 28 Mehr 1384 (20 Oktober 2005)

Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 
"The Rigis", Shah Iran, dan Neokon Amerika

Lupakan Ahmad Chalabi dan "Curveball," kini ada aksi baru Neokon di kawasan - mereka adalah keluarga Rigi (the Rigis) dari Jundullah, kelompok teroris Baluchi dukungan CIA yang beroperasi di...

 
Misteri Penangkapan Abdolmalek Rigi

Penangkapan terhadap pemimpin kelompok teroris JUNDULLAH yang didukung CIA, Abdolmalek Rigi, oleh Vevak pada 23 Februari 2010 lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama yang terkait dengan ke...

 
Dua Pukulan Telak Buat AS dan Israel di Timur Tengah

Beberapa bulan terakhir ini, dunia menyaksikan dua peristiwa aktual di Timur Tengah yang memukul secara telak aliansi strategis intelijen AS dan Israel.

 
Israel Ancam Lebabon

Sebuah laporan intelijen Jerman yang dilansir hari Kamis (18/2), mengungkap adanya keinginan militer Zionis Israel untuk kembali menduduki wilayah perbatasan di dalam wilayah Libanon sejauh 5-7 kilome...

 
Kapal Jamaran, Kapal Perang Tipe Perusak

Peresmian kapal perang tipe perusak Jamaran yang dihadiri oleh Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menyerap perhatian luas dari masyarakat dunia. Dalam menjelaskan proses produksi kapal pe...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 13 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1791
Pranala: 0
Pengunjung: 2476519

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News