Yaman: Perang Obama Selanjutnya? (2) PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Senin, 25 Januari 2010
 
Views 428

Di Yaman, setiap satu dari tiga orang memiliki senapan.  Senapan, granat, atau bahkan ranjau dijual bebas di pasar. Tapi, “kebetulan” mereka orang Arab dan orang Arab sudah sejak lama distereotipkan dengan kekerasan. Karena itu, orang Arab yang memegang senapan dipandang berbahaya dan identik dengan teroris. Lebih parah lagi, Yemen disebut-sebut sebagai failed state (negara gagal) dan failed state sering dinyatakan sebagai ‘tempat berlindung yang aman (safe haven) bagi berkembangnya terorisme’.  Karena itulah, tuduhan bahwa Al Qaida sedang bersarang di Yaman sangat mudah diterima oleh opini publik.

Padahal, senapan dan senjata memang budaya Yaman sejak lama, mungkin sama seperti budaya orang Jawa (zaman dulu) pegang keris atau suku Aborigin yang membawa boomerang kemana-mana. Itu budaya mereka, seperti kata  Prof Ahmed al Kibsi pada BBC, “Just as you have your tie, the Yemeni will carry his gun.”  Di balik kesukaan orang Yaman membawa senjata, jurnalis Inggris Patrick Cockburn melihat orang Arab Yaman dengan cara berbeda, “The Yemenis are exceptionally hospitable.. Yemenis are intelligent, humorous, sociable and democratic, infinitely preferable as company to the arrogant and ignorant playboys of the Arab oil states in the rest of the Arabian Peninsula.”

 

Di balik keramahan orang Yaman seperti yang  diceritakan Cockburn, mereka sesungguhnya hidup dalam kondisi perekonomian yang buruk. Cadangan minyak dan air mereka semakin berkurang, data dari PBB  menyebutkan bahwa 45% dari 22 juta rakyatnya hidup di dengan penghasilan di bawah 2 dollar sehari.

Secara umum, sesungguhnya Yaman belum bisa dikategorikan failed state tapi mungkin memang bisa tergolong ‘weak state’ (negara lemah).  Sorensen menyebutkan ciri-ciri weak state sbb: komunitas lokal lebih dominan daripada komunitas nasional, loyalitas yang lemah kepada negara,  dan tingkat legitimasi pemerintah sangat rendah; pemerintahan yang tidak efisien dan korup, aturan yang berlaku lebih berupa kekerasan daripada aturan hukum, serta tidak adanya monopoli pada penggunaan kekerasan secara legitimate (di negara ‘normal’ hanya negara yang  berhak menggunakan kekerasan, misalnya militer atau polisi; tapi di weak state, semua orang boleh memegang senjata).

Seluruh ciri-ciri weak state yang disebutkan oleh Sorensen ada pada Yaman. Seperti ditulis Cockburn, “The strength of the central government in the capital, Sanaa, is limited and it generally avoids direct confrontations with tribal confederations, tribes, clans and powerful families.”

Failed states (dengan indikator antara lain: sangat miskin, pemerintahnya tidak lagi punya kedaulatan dan tak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya) disebut-sebut sebagai tempat yang subur (inkubator) bagi berkembangnya terorisme dan dijadikan justifikasi bagi intervensi militer AS.  AS berdalih bahwa intervensi militer di negara-negara gagal itu bertujuan untuk demokratisasi dan melindungi dunia dari ancaman terorisme.  Negara-negara gagal yang pernah/sedang diserbu AS: Lebanon tahun 1982, Somalia pada awal 1990-an, Irak sejak 2003, Afganistan sejak 2001.

Sebenarnya masih banyak yang bisa dieksplorasi dari pendefinisian failed state: apakah standarnya, apakah memang benar failed states adalah inkubator bagi terorisme, apa benar Al Qaida kini bersarang di Yaman karena Yaman adalah failed state, dll. Tapi artikel ini hanya dimaksudkan untuk menjawab: Apa yang dicari AS di Yaman?  Data menunjukkan bahwa Yaman sedemikian miskinnya sehingga hampir jadi failed state,  lalu apa yang membuat AS mau menggelontorkan dana ratusan juta dollar untuk Perang Melawan Terorisme di Yaman? [islammuhammadi/mt)

Sumber: dinasulaiman.wordpress.com


Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Chavez Kecam Menlu Clinton

Hugo Chavez nampaknya memang betul-betul jadi momok bagi Amerika Serikat. Riwayat politik Chavez sejak masih menjadi kolonel bikin Amerika, siapapun presiden dan menter luar negerinya, untuk Angkatan ...

 
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia

Catatan Redaksi/Dina Y Sulaeman: Tulisan berikut ini kiranya sangat bermanfaat untuk menggali lebih dalam ekonomi politik global, karena modernisasi, revolusi hijau, ekonomi pasar adalah proyek global...

 
Gempa Cile: Kerugian Capai 30 Miliar Dolar

Presiden Cile Sebastián Piñera, Jum`at (12/3), mengatakan kerugian harta benda akibat gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter yang mengguncang negeri itu pada 27 Februari mencapai 3...

 
Opsi Tidak Percaya kepada Netanyahu

Seorang pejabat Israel menyerukan mosi tidak percaya kepada PM Israel Benjamen Netanyahu terkait statemen terakhir bahwa ia tidak tahu pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

 
Amerika Marah Sama Israel?

Harian Israel Haaretz menyebutkan bahwa pemerintah Amerika memberikan lampu hijau bagi proses perluasan pemukiman yahudi di kota Al-Quds. Harian itu mengisyaratkan bahwa wakil presiden Amerika Bidden ...

 
Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 21 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1796
Pranala: 0
Pengunjung: 2497750

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News