Cinta Dalam Tasawuf PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Sabtu, 12 Juli 2008
 
Views 1642

Inilah kecintaan kepada kesempurnaan sang Kekasih, dan kecintaan itu  pasti bersumber dari kesadaran akan kebesaran dan keindahan Haq Ta’ala. Karena tanpa mengetahui dan sadar akan keagungan dan keindahan Tuhan, maka kecintaan itu mustahil akan tumbuh. Dan para arif meyakini bahwa keagunganNyalah yang menjadi sumber terciptanya alam semesta. Ketika keagungan tersebut hendak ditampakkan, maka cermin, jelmaan dan tajalli keagungan pun akan tanpak juga.

 

 

"Ilahi! Jika Engkau berikan kepadaku  dunia, maka berikanlah itu kepada musuh-musuhku!, jika Engkau berikan akhirat kepadaku, maka berikanlah itu kepada sahabat-sahabatku!. Karena bagiku cukup DIRIMU
Jika cinta sudah sempuna maka dia adalah Allah ".
(para urafa islam)

"Aku beragama dengan agama cinta, sungguh aku menghadap (dengan) tunggangannya, maka cinta adalah agama dan imanku". (Ibnu Arabi)

Walau cinta merupakan masalah asli dalam irfan (tasawuf), akan tetapi para arif mengaku bahwa mereka tidak mampu memaknai dan mendefinisikan cinta. Ibnu Arabi yang mengaku bahwa cinta adalah agama serta imannya, akan tetapi tentang cinta ia berkata:

“Orang yang mendefinisikan cinta, berarti ia belum tahu arti cinta. Orang yang belum meminum anggur dari cawan, maka ia belum mengetahuinya rasanya. Orang yang berkata; aku telah telah merasakan isi cawan, dimana cinta adalah anggur, maka ia belum mengetahuinya jika belum meneguknya.”

Artinya jika seseorang belum mencinta maka ia tidak akan pernah tahu rasanya cinta. Cinta tidak bisa didefinisikan dengan definisi mantiqi, dan dengan satu kali merasakan cinta belum cukup bagi seseorang untuk bisa memahami rasa cinta, perjanan cinta adalah perjalanan yang tidak ada akhir dan manusia tidak akan sampai kepada akhir dan rasa hausnya terhadap cinta tidak akan pernah hilang. Dalam bukunya ‘ Futuhat Al-makiah’ Ibnu Arabi dengan belajar kepada sang maha guru, wali Allah swt. Yang  mencinta dan dicintai olehNya, ia belajar dari Ali as. kekasih Allah,  menuliskan:

“Hati para pencinta Tuhan telah terbelah, mereka melihat keagungan dan kebesaran Tuhan dengan cahaya hatinya. Badan-badan mereka adalah alam ini, ruh-ruh mereka adalah alam malakut dan akal-akal mereka adalah langit. Mereka berbaris diantara barisan-barisan malaikat dan mereka menyaksikan dengan ainul yakin. Dengan kemampuannya yang mereka miliki, mereka menyembah-Nya, tapi itu bukan kerana rakus terhadap surga dan takut terhadap neraka, akan tetapi karena mereka mencintai-Nya.”

Ucapan terakhir Ibnu Arabi, menjelaskan tentang tanda dan ciri-ciri dasar ibadah dan riadhah (latihan bathin) para arif. Dikalangan para arif muslim (tanpa melihat para Maksumin as. yang merupakan maha guru mereka) Rabiah Adawiah (135 H) salah seorang wanita sufi yang pertama kali meraih tahapan ini dalam irfan islam berkata :

“ Tuhanku! Jika kami menyembahMu karena takut kepada api neraka, maka masukkanlah kami ke dalamnya!. Dan jika kami menyembahMu karena mengharapkan surga, maka jauhkanlah kami darinya. Akan tetapi jika kami menyembahMu karena kecintaan kami terhadapMu, maka abadikanlah KeindahanMu dengan kami!”

Ilahi! Jika Engkau berikan kepadaku  dunia, maka berikanlah itu kepada musuh-musuhku!, jika Engkau berikan akhirat kepadaku, maka berikanlah itu kepada sahabat-sahabatku!. Karena bagiku cukup DIRIMU”.
(Tadzkirah Al-Auliya, jilid 1, hal. 73)

Masalah ini sampai saat sekarang menjadi pembahasan di kalangan para arif islam, dimana setiap bertambah ibadah dan riadhah, maka semakin sedikit tujuan-tujuan selian Allah swt. Baik tujuan dunia maupun tujuan akherat tidak lagi menjadi harapan kaum arif hakiki, bagi mereka hanya satu tujuan yaitu untuk sampai ke haribaan yang maha Indah.

Inilah kecintaan kepada kesempurnaan sang Kekasih, dan kecintaan itu  pasti bersumber dari kesadaran akan kebesaran dan keindahan Haq Ta’ala. Karena tanpa mengetahui dan sadar akan keagungan dan keindahan Tuhan, maka kecintaan itu mustahil akan tumbuh. Dan para arif meyakini bahwa keagunganNyalah yang menjadi sumber terciptanya alam semesta. Ketika keagungan tersebut hendak ditampakkan, maka cermin, jelmaan dan tajalli keagungan pun akan tanpak juga. sementara cinta adalah jelmaan dari keindahanNya, walau seandainya pun tidak ada wujud dan pencinta lain, akan tetapi cukuplah keindahan yang dimilikiNya menjadi yang dicintaNya.

Tentang masalah cinta, Dr. Qasim Ghani berkata: keyakinan para arif tentang cinta adalah, bahwa cinta merupakan gharizah ( insting ) Ilahi dan ilham dari langit. Dengan menelusurinya manusia akan mengetahui diri dan nasibnya. Ruh bersumber dari Tuhan, sebelum diciptakan dunia, ruh sudah berada disisi Tuhan, oleh karenanya kecintaan terhadap dunia adalah kecintaan yang asing dan jauh dari rumah aslinya, tempat asli dan rumahnya itu  selalu menjadi pikiran dan dirindukan olehnya. Masalah cinta ini kita dapatkan pada kisah-kisah cinta dan syair-syair sufi, seperti kisah cinta Laila dan Majnun, Yusuf as. dan Julaiha, Wamiq dan Adzra, Syirin dan Farhad, Salaman dan Isal dan kisah cinta lainnya… (Tarikh Tasawus dar Islam, hal. 338-340)

Kecintaan terhadap Tuhan, melazimkan kita juga untuk mencintai para kekasih hakikiNya. Jelmaan dan dzuhur tertinggi dari wujud Haq yang maha Tinggi adalah wujud Rasulullah saww. dan para Imam as. Seorang arif mutaakhir berkata:

"sekiranya dadaku dibelah
Di tengahnya kan terlihat dua garis
Yang digoreskan tenpa seorang penulis
Tauhid dan keadilan pada garis yang satu
Dan cinta pada Ahlul Bayt pada garis yang lain."
[im/mt/iwans]
 


Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (1) RSS feed comment
Posted by elfan, on 03-06-2009 18:34,
1. ISLAM, IMAN DAN IHSAN
Iman dan ihsan itu merupakan bagian dari ajaran Islam, jadi bukan masing-masing berdiri sendiri. Syahadat itu merupakan dasar pokok dari ajaran Islam, sekaligus adalah 'puncak' atau kesimpulan dari ajaran iman. Tatkala dia yakin dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Islam, maka dia mengucapkan syahadat. Jabaran dari syahadat itu tergambar dalam rukun iman yang 6 (enam) pekara tersebut. Shalat dan puasa adalah gambaran ibadah dari ajaran Islam. Sementara zakat dan haji pada hakikatnya adalah muamalat, karena kedua perintah ini pasti menyangkut hubungan dengan orang lain. Apabila rukun Islam dilaksanakan dengan ihsan yakni semata karena Allah SWT, maka jadilah orang itu sufi. Jadi sufi itu adalah seseorang Muslim yang benar-benar melaksanakan rukun Islam dengan tingkat iman yang tinggi dan didasarkan dengan ihsan dan ikhlas. Semua orang Muslim bisa menjadi sufi dan tidak pula wajib harus dengan mursyid tertentu atau toriqoh tertentu. Insya Allah, Anda pun bisa jadi sufi.
 

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Chavez Kecam Menlu Clinton

Hugo Chavez nampaknya memang betul-betul jadi momok bagi Amerika Serikat. Riwayat politik Chavez sejak masih menjadi kolonel bikin Amerika, siapapun presiden dan menter luar negerinya, untuk Angkatan ...

 
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia

Catatan Redaksi/Dina Y Sulaeman: Tulisan berikut ini kiranya sangat bermanfaat untuk menggali lebih dalam ekonomi politik global, karena modernisasi, revolusi hijau, ekonomi pasar adalah proyek global...

 
Gempa Cile: Kerugian Capai 30 Miliar Dolar

Presiden Cile Sebastián Piñera, Jum`at (12/3), mengatakan kerugian harta benda akibat gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter yang mengguncang negeri itu pada 27 Februari mencapai 3...

 
Opsi Tidak Percaya kepada Netanyahu

Seorang pejabat Israel menyerukan mosi tidak percaya kepada PM Israel Benjamen Netanyahu terkait statemen terakhir bahwa ia tidak tahu pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

 
Amerika Marah Sama Israel?

Harian Israel Haaretz menyebutkan bahwa pemerintah Amerika memberikan lampu hijau bagi proses perluasan pemukiman yahudi di kota Al-Quds. Harian itu mengisyaratkan bahwa wakil presiden Amerika Bidden ...

 
Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 12 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1796
Pranala: 0
Pengunjung: 2500643

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News