Khat Imam IX Imam Khomeini qs berkata:”Sesunggunya ada tangan tangan yang hendak mengambil dan merampas harta dan sumber kekayaan yang kalian miliki, baik yang ada diatas maupun didalam bumi. Tangan tangan ini tidak akan membiarkan terjadinya persatuan Iran dengan Iraq, tidak juga Iran dengan Turki…..mereka tidak akan membiarkan terjadinya persatuan kalimah”.
Ketika umat Islam sedang berusaha untuk melaksanakan semua aspek kehidupannya, pecahlah Revolusi besar (Islam) di Iran yang penuh berkat, bangkitnya satu kaum yang dipimpin oleh seorang alim yang zuhud lagi berani; Sayyid Ruhulllah Khomeini qs di Iran. Ketika itu (Iran) dibawah pengaruh intelejen asing: Amerika (CIA) dan Israel (Mossad). Tanah yang penuh kekayaan ini dikuasai oleh kekuatan Adikuasa Dunia dengan persetujuan para oknum yang menjual harga diri dan rakyatnya agar dapat berada dibawah kekuasaan imperator dhalim yang sedang menguasai dunia. Kebangkitan Revolusi (Iran) inipun terikat dengan banyak permasalahan, salah satu yang penting diantaranya adalah kemunculan persatuan umat, dimasa musuh sedang berusaha secara maksimal untuk mengobarkan perpecahan umat dengan adanya perbedaan mazhab sehingga dapat memojokkan umat Islam. Dengan cemerlang Imam Khomeini qs memasukkan satu pandangan bagi umat, yang selalu dibawanya sebagai topic pembicaraan dan juga khobah khotbahnya yaitu: Persatuan Islam . beliau tidak membiarkan terjadinya ikhtilaf (pertentangan) dan pertikaian. Bahaya Perpecahan Kalau kita perhatikan dengan seksama tentang bahaya penyebab pertentangan pada umat tentulah setiap individu umat akan bertanggung jawab untuk mecegah kemungkianan tersebut sehingga hal tersebut tidak akan terjadi. Kebanyakan problem mendasar yang dihadapi adalah dikarenakan tidak tanggapnya terhadap masalah yang dapat menyebabkan pertikaian diantara umat dan pertentangan individu didalamnya. Sebenarnya hal ini akan lebih mudah dicegah ketika kita bandingkan dengan akibat yang sangat bahaya ketika sudah terjadi, sehingga memerlukan penyelesaian. Maka tanggung jawab semua umat untuk mencegahnya. Problem ini merupakan hal yang sangat bahaya, baik dimasa kini dan juga mendatang. Imam menunjukkan kubu dari dua bahaya besar yang mendasar ini dengan mengatakan:”Sesungguhnya kita mengetahui, begitu juga muslimin, tapi negara negara islampun perlu mengetahuinya, bahwa apa yang sedang dan akan datang merupakan hasil dari dua permasalahan: Pertama: Permasalahan diantara negara negara itu sendiri, sehingga tidak terselesaikan hingga kini. Sangat disayangkan, terdapat permasalahan diantara mereka. Semua mengetahui bahwa sebab permasalahan muslimin berangkat dari pertentangan ini, yang sudah kita bahas lebih dari dua puluh tahun, telah pula kita katakan, tulis dan undang para pemimpin negara berkenaan, tapi sayang-hingga sekarang -tidak dapat mencapai apapun. Kedua: Permasalahan pemerintah dengan rakyatnya. Kita lihat bagaimana pemerintahan bertindak seperti tidak ada hubungan dengan rakyatnya. Karena tidak ada perhatian antara keduanya sehingga rakyat –seolah oleh- tidak memilik saham untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dimana sebenarnya dapat diselesaikan oleh rakyat, sehingga rakyat berdiri dalam posisi yang tidak ada arti, dengan ini bertambahlah permasalahan negara negara tersebut “. Sebelum melihat adanya beberapa titik kuat yang mungkin dapat dicapai oleh muslimin, maka terlebih dulu kita melihat Islam itu sendiri. Bagaimana posisi Islam dalam permasalahan persatuan ini?!. Posisi Islam dalam Persatuan Tidak diragukan bahwa adanya perbedaaan pandangan didalam mazhab tidak akan menyebabkan bahaya, dia bukan merupakan bahaya, akan terjadi bahaya ketika adanya usaha untuk menjadikannya pertikaian dan peperangan, sehingga kita sendiri yang harus mengusahakan bahwa perbedaan pandangan tidak mengacuk kepada pertikaian dan pertentangan- hal inilah yang sedang berkembang dimasa sekarang- sehingga tampak adanya usaha sebahgian kelompok untuk memicu pertentangan dan pengkafiran sebahagian yang lain yang pada dasarnya ini bertentangan dengan jiwa islam yang mewajibkan persatuan dan persaudaraan diantara mereka yang mengimaninya (Islam). Sebagaimana terjadinya persaudaraan Muhajirin dan Anshar yang dapat dipertik sebagai contoh riil bagi muslimin sekarang, sebagaimana muslimin selalu mengatakan: marilah kita kembali pada zaman Islam pertama dan keinginan muslimin untuk mempersatukan pemikiran, jalan dan pandangan mereka”. Untuk ini Imam Khomeini qs melihat bahwa persatuan bukan hanya merupakan suatu keperluan umat masa kini tapi juga merupakan kewajiban Ilahi:”Wajiblah mengetahui dua perkara: sesungguhnya kita mengatahui bahwa Innama al Mukminuna Akhwah (sesunggunya Mukminin bersaudara): hukum Allah bahwa mukminin adalah bersaudara, tidak ada hubungan mereka selain bersaudara, dan semua bertanggung jawab untuk menjadi bertindak sebagai saudara. Sedangakan hukum politiknya adalah: kalau saja semua muslimin yang sudah mencapai sekitar satu milyard, kalau saja bersatu diantara mereka dan bertindak sebagai saudara, maka tidak akan ada ada bahaya yang akan menghampiri mereka, tidak juga kekuatan adikuasa akan dapat memusuhi mereka, maka perhatikanlah makna ini wahai saudaraku”. ”Semua wajib berfikir bahwa setiap tindakannya adalah untuk islam dan sebagai hidmat untuk islam, sehingga tidak ada pemahaman terhadap satu mazhab tertentu, sehingga yang ada adalah islam dan hidmat untuk Islam. Semua adalah saudara, berdiri disisi satu dengan yang lainnya. Adanya perbedaaan fatwa ulama suatu mazhab bukan merupakan anlasan untuk pertikaian dan pertentangan, karena semuanya adalah saudara. ”Wajib memahami bahwa Sunnah dan Syiah adalah saudara sehingga tidak ada yang dibenarkan memicu pertentangan diantara keduanya. Setiap pertikaian dan pertentangan yang tercipta dan terjadi hari ini, hanya akanmenguntungkan mereka yang tidak beriman kepada mazhab manapun (mereka tidak beriman kepada Safii, Hanafi, Maliki, Hambali dan Ja’fari), mereka yang tidak mengharapakan satu dengan yang lainnya, mereka hanya mengharapkan dapat memetik keberuntungan dengan terjadinya perpecahan diantara kita dan kalian”. “Maka wajib memperhatikan makna ini; bahwa kita semua adalah muslimin, Ahli Quran, bertauhid sehingga harus berusaha untuk quran dan tauhid dan hidmat untuk keduanya”. Pusat Tauhid dalam Islam Disini terdapat titik pertemuan muslimin, titik dimana semua mazhab sepakat padanya: Allah, Nabi Muhammad,Quran dan Haji…..dan … Kes epakat mazhab mazhab islam didalam banyak perkara, lebih banyak dari perbedaannya. Kalau saja mereka hendak bersatu dengan semua yang menyatukannya maka tentulah mereka akan menjadi satu umat yang sangat kuat. Sebenarnya dari kesan yang dapat dipantau dimana semua perselisihan adalah disebabkan adanya infitrasi kekautan adikuasa didalamnya yang dengan efektif menggunakan media masa, penerangan, pena yang tidak dapat dipertangung jawabkan. Kenapa sampai kita meninggalkan kewajiban sehingga hanyut dengan pertentangan dalam umat?!. Imam Khomeini qs berkata:”Sesungguhnya mereka yang menyatakankan Islam dan tapi mendengarkan perkataan mereka yang hendak memetik keuntungan dari perselisihan. Sesungguhnya mereka tidak akan mendapatkan islam begitu dalam Quran, kiblatnya ka’bah, mereka sebenarnya tidak mengimani Islam. Mereka yang mengimani Islam, mereka yang menerima quran dan ketetapan quran yang menyatakan: mukiminin adalah saudara sehingga mereka bertindak sebagaimana ketetapan bersudara, menetapkan persaudaraan sehingga semuanya akan dapat berpendapat bahwa kalau tidak dengan itu maka bermasalah, dan kalau bergembira maka semua akan bergembira”. Kewajiban semua muslimin untuk menghadapi kekuatan syaithan yang hendak menghancurkan dinding benteng muslimin. Kekuatan itu telah mengetahui bahwa adanya kekuatan yaitu islam dan kekuatan yang dapat mucnul dari persatuan umat islam. Maka semua muslimin disetiap negara wajib membentuk persatuan islam, sehinngga akan hilang perasaan satu kelompok disatu sisi dan kelompok lain disisi yang lain, atau adanya satu mazhab yang berbeda dengan mazhab lain disisi lain. Semua wajib mencari titik pertemuan sehingga muslimin dapat bersatu sehingga denganya akan tercipta keagungan Islam sebagaimana yang dikehendaki Allah. Haji dan Persatuan Islam “Haji adalah organisasi, latihan dan pembentukan kehidupan Tauhidiyah, haji adalah pengejawantahan kemampuan agung muslimin, ekpresi kekuatan materi dan spiritual muslimin”. Haji adalah kewajiban Ilahiyah yang memiliki aspek tauhid yang luas, yaitu pertemuan agung semua muslimin dari seluruh pelosok dunia, sebagaimana dikatakan Imam qs dimana tidak ada satu negarapun di dunia ini yang mampu mengatur pertemuaan besar yang menyatukan semua kelompok yang berbeda dengan aktifitas penyatuan: satu kiblat dan rumah yang satu –Baitullah- dalam ketaatan pada Tuhan yang Satu dan berdasarkan sunnah Rasulullah, imam Khomeini qs mengatakan:”Sekarang, ketika seluruh muslimin dari berbagai negara di dunia ini menuju ke ka’bah dan haji di Baitullah al Haram untuk melaksanakan kewajiban Ilahiyah yang agung dan pertemuan Islam yang besar, dihari yang penuh berkat dan di tempat yang penuh berkat, maka muslimin wajib menggunakan kesempatan ini sebagai utusan Ilahi sehingga menjalankan haji sebagai aspek politik dan social selain dari aspek ibadahnya. Tidak cukup dengan melakukannya secara lahiriyah saja. Semua harus mengerti bahwa tidak akan ada petugas manapun dari negara manapun yang akan dapat membuat kesemptan pertemuan agung ini. Ini adalah tugas Ilahi dari Allah untuk dapat menggunakan pertemuan ini. Tapi sayang sekali, dimana muslimin sepenjang sejarah belum dapat mengunakan kesempatan pertemuan ini dengan baik , menjadikan perjumpaan agung untuk kepentingan Islam dan muslimin”. Dengan apa yang ada di dalam haji maka muslimin akan mendapatkan penyatuan kekuatan dan kemudian menggunakannya untuk membina kesempatan –potensi- yang datang setiap tahun itu: demi menyatukan muslimin, menginfentarisir ancaman yang ada sehingga akan dapat mengatasinya dan menentukan taklif untuk menghadapinya, imam qs berkata:”Salah satu kewajiban di dalam kesempatan agung ini adalah mengajak manusia dan muslimin untuk bersatu dan menghilangkan pertikaian yang ada diantara muslimin. Wajib kepada pada khatib dan penulis untuk berperan aktif dalam kesempatan penting ini, sehingga dapat membentuk kubu untuk orang orang yang tertindas, ini mungkin saja. Dengan adanya persatuan pertahanan, persatuan suara, dengan syiar La Ilaha illa lLah akan keluarlah kalian dari kongkongan kekuatan syaithan asing, penjajah dan semua permasalahan akan selesai dengan persatuan muslimin”. Persudaraan dan Jihad Tampa diragukan lagi, karena persatuan musuh dalam menghadapi muslimin merupakan masalah yang penting untuk memotifasi persatuan dan menghilangkan pertikaian –pertentangan-. Musuh islam telah bersatu dalam menghancurkan umat-Islam-ini sebagaimana dapat kita lihat pada peperangan di hari hari ini yang dilakukan penjajah dunia terhadap negara negara Islam dengan memisahkannya atau satu dengan yang lain. Maka persatuan umat sebagai satu shaf akan membentuk satu benteng yang akan mencegah infiltrasi musuh, sebagaimana di firmankan Allah:”Allah menyukai (orang orang) yang berperang dijalan Allah dalam sbarisan (shaf) yang teratur seperti bangunan yang tersusun kokoh”.(Ash Shaf 4). Imam Khomini qs selalu menekankan pula tentang persatuan ini yang selalu diutarakannya dalam berbagai kesempatan, segaimana dikatakannya:”Dalam serangan Adikuasa ke negara negara Islam seperti Afganistan dan terbunuhnya muslimin Afganistan dengan keji dan tampa belas kasih yang juga disertai kekautan asing dengan semua kekuatannya , Amerika pun memulai semua kefasadan di dalamnya. Begitu juga serangan frontal yang dilakukan Israel ke Libanon dan Palestina, dalam melaksanakan langkah strtegisnya Israel memindahkan ibukotanya ke Baitul Muqaddas (BatulMaqdis) serta melakukan pembunuhan muslimin dengan buas di negaranya. Pada saat inilah muslimin memerlukan persatuan lebih dari waktu manapun untuk menhancurkan antek kekuatan besar yang ada di negara muslimin yang selalu menyebabkan pertikaian diantara muslimin. Semuanya melaksanakan kejahatan ini atas perintah ketuanya –Amerika-“. Serangan berantai Amerika ke Iran, pengiriman tentaranya untuk menjatuhkan Revolusi Islam, penyebab perpecahan, membuat propaganda buruk dengan kebohongan serta memprovokasi pembesar negara islam, semuanya ada dalam satu tujuan strategis –musuh islam-. Maka semua muslimin haruslah berhati hati atau penghianatan antek antek Amerika terhadap islam dan muslimin”. Ada dua motif yang selalu digunakan musuh untuk memecah dan menhalangi persatuan islam: -
Nasionalisme dalam artian yang negative. -
Ahli fitnah dan saling mengkafirkan. Seruan Persatuan Imam Khomeini selalu aktif mengumandangkan seruan yang dikirimkannya kepada para hujjat di setiap tahun yang disebut sebagai seruan persatuan, mengajak muslimin untuk meninggalkan pertikaian diantara mereka dan mensucikan umat dengan melaksanakannya. Seruan ini abadi dihati setiap pencinta islam dan para aktifis yang mengharap kibaran tinggi panji islam. Diantara kata kata itu:”Wahai muslimin dunia dan orang orang yang mengimani hakikat Islam!. Bangkitlah dan berkumpullah dibawah panji tauhid dan ajaran Islam. Putuskanlah tangan tangan pengkhianat yang bekerja untuk adikuasa di negara kalian, jagalah harta kekayaan yang kalian miliki. Bersiagalah untuk membantu Islam. Sudahi pertikaian dan keinginan hawa nafsu, karena sesungguhnya kalian memiliki semuanya. Yakinlah pada budaya Islam, tinggalkan timur dan barat. Berpeganglah pada indentitas islam. Tinggalkan budayawan kriminal dan lenyapkan maksiat yang ada pada masyarakat di negeri kalian. Kalau kalian tidak bersatu dan berpegang pada Islam dengan benar maka akan turunlah apa yang sedang turun pada kalian. Sesunguhnya zaman ini adalah zaman untuk meletakkan masyarakat dijalan budayanya –Islam-. Sekarang adalah masa untuk bergeraknya masyarakat, yaitu petunjuk bagi mereka yang diberi petunjuk dimasa lampau. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan spiritual yang kalian miliki melebihi semua kekuatan, jumlah kalian sudah melebihi satu milyard, kalian memiliki harta yang banyak, kalian mampu menghadapi semua kekuatan. Bantulah Allah sehingga Allah membantu kalian”. [IM/R]
Users' Comments (0)
|
|
|