Kekuatan Rakyat PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Minggu, 28 September 2008
 
Views 1065

Khat Imam X

Imam Khomeini qs selalu memikirkan permasalahan rakyat, oleh karena itu rakyat dalam pandangan Imam, memiliki tempat yang besar lagi utama. Rakyat menurut pandangan beliau, merupakan modal dasar dari kebangkitan revolusi agung Islam yang mampu menjatuhkan rezim thaghut dan kefasadan. Dengan dasar keyakinan inilah, Imam merangkul rakyat sejak awal revolusi Islam di Iran. Kemudian yang menjadi contoh baik yang diikuti oleh para pecinta kemerdekaan adalah semua pergerakan itu berlandaskan kepada ibadah dan ketaatan. Dari sinilah Imam telah menunjukkan metode dan cara khusus, terfokus pada rakyat. Rakyatlah yang menjadi tonggak revolusi Islam yang penuh berkat itu hingga merubah wajah abad ke 20.


 

Rakyat Bebas Menentukan Langkah

Berdasarkan pandangan Imam Khoemini qs tentang rakyat: "Sesungguhnya rakyat memiliki kebebasan untuk menentukan perjalanannya ke masa depan, karena ini adalah hak yang menjadi hak miliknya sejati sehingga menjadi modal awal dari dasar –perjuangan revolusi-. Merupakan hak bagi setiap rakyat dimuka bumi ini untuk menentukan masa depannya dengan tangannya sendiri. Merupakan hak mereka untuk menentukan sistem pemerintahan yang akan mengatur mereka, tidak ada seorangpun yang dapat menentukan untuk (suatu) umat dengan apa yang tidak diinginkannya.  Ini merupakan hak tetap dan pasti yang tidak dapat dirubah dan digeser. Kalau saja hak ini dihilangkan dari umat sehingga tidak dapat menentukan masa depannya sendiri, maka suatu waktu umat ini akan bangkit dan menolak sistim yang pernah mengambil hak darinya, karena telah bertindak bertentangan dari keinginannya. Imam Khomeini qs berkata:”Merupakan hak utama dari setiap rakyat untuk menentukan langkah bagi masa depannya, menentukan bentuk dan jenis pemerintahan yang diinginkannya”.

 

Hubungan antara Pemerintah dan Rakyat

Fokus pandangan Imam Khomeini qs dalam masalah hubungan pemerintah dengan rakyat terangkum dalam tiga topik umum yang didasari oleh pandangan. 1. Islam 2. Akhlaq dan 3. Risalah. Dan ke tiga unsur tersebut mempunyai makna berikut:

 

1. Pemerintahan dari Rakyat

Sesungguhnya kaidah yang harus dipegang oleh mukminin adalah kaidah yang diturunkan Allah melalui KitabNya sebagaimana firmankan:”Sesungguhnya mukmin itu bersaudara”.

 

Berdasarkan persaudaraan ini, seharusnya ditetapkan hukum akhlak Islamiyah dimana adanya hubungan antara pemerintah dan rakyat. Tidak ada keutamaan pemerintah dibanding rakyat dalam kemanusiaannya, semua memiliki peran untuk khidmat kepada agama, menegakkan qisth dan keadilan, sebagaimana Imam berkata:” Hari ini adalah hari dimana kalian diwajibkan untuk menjaga Islam, menjaga Islam adalah membenahi perbuatan kalian, dan berkelakuan baik kepada masyarakat, dan menjadi sahabat bagi rakyat. Sistim yang lalu telah [sistim thagut] menjadikan rakyat telah terpisah (jauh) dari pemerintah, pemerintah di satu sisi dan rakyat di sisi lain, mereka menekan rakyat dan rakyatpun berbuat demikian. Sekarang rakyat tidak terpisah dari pemerintah dalam mempertahankan Islam, karena sesungguhnya pemerinah Islam tidak terpisah dari rakyat, juga (pemerintah) dari rakyat dan masyarakat ini juga. Kalianpun yang duduk di pemerintahan adalah dari rakyat ini juga”.

 

2. Mendapat Hati Rakyat

Bisa mendapatkan hati rakyat merupakan jaminan kelanjutan tegaknya pemerintahan, terpisahnya pemerintah dari rakyat akan tampak keterpisahnya hati rakyat dari pemerintah. Mengambil hati rakyat tidak akan datang dari ketiadaan, tapi melalui kerendahan diri (tawadhu’), penghormatan dan khidmat. Hal ini ditekankan Imam Khomeini qs:”Berusahalah untuk mendapatkan dukungan rakyat, hal ini tidak akan terlaksanan kecuali ketika mereka tidak berfikir kalau kalian adalah orang yang hanya menghendaki posisi dan kedudukan, atau kalian terbiasa dengan menekan rakyat, disini perlu meningkatkan khidmat dan meningkatkan tawadhu’ (merendahkan diri) dihadapan semua manusia ketika kalian dipilih (memilki posisi yang lebih tinggi)”. Kalau saja kita dapat melaksanakan hal ini dan memperhatikan perkara ini, serta mengambil pelajaran dari sejarah, maka sesungguhnya akan didapakan semua kekuatan yaitu  dengan menjaga dukungan rakyat”.

 

3. Tidak Mengintimidasi Manusia

Mengintimidasi manusia bukanlah cara untuk menjaga kelangsungan suatu sistim Islami atau sistim yang lain. Sesungguhnya tekanan dan intimidasi hanyalah akan menghilangkan demokrasi yang tidak akan menarik tapi malah akan memicu kemarahan rakyat pada pemerintah. Sementara  persaudaraan, perhatian, nasehat dan menegakkan keadilan dan bertindak adil diantara manusia akan menjadikan kemenanganan pertama bagi pemerintah terhadap rakyat dengan menegakkan prinsip ini.

 

Imam Khomeini qs berkata: ”Diwajibkan membuat kondisi masyarakat saat dia pergi ke kantor polisi, sekan-akan rakyat merasa seperti pulang kerumahnya, ketempat dimana adanya keadilan dan tidak ada kedhaliman, ketempat yang dimana manusia dicintai dan tidak dimusuhi. Kalau mencapai ini maka hati rakyat akan tertarik; karena hati rakyat akan mudah merestui, begitulah jiwa rakyat.

 

Sesungguhnya restu rakyat akan cepat didapat dalam waktu yang singkat dan akan lama bertahan hanya dengan sedikit perbuatan dari orang yang dipilihnya rakyat. Dapatkanlah hati rakyat, jadikan dirimu ada didalam rakyat. Kalau kalian seperti ini maka Allah swt akan meridhai kalian sebagaimana rakyat. Maka hukum akan kalian laksanakan dan rakyat menjadi pendukungnya".

 

"Jangan menjadikan rakyat marah pada kalian, tapi bertindaklah untuk menarik mereka dan menjadikan mereka cinta pada kalian sehingga mereka menjadi pendukung. Pemerintah tidak akan hancur dengan dukungan rakyat dibelakangnya; maka sebenarnya rakyat adalah pendukung sistim karena sistim (pemerintahan) itu tidak akan jatuh”.

 

Kewajiban Rakyat     

Sebagaimana pemerintah harus menjaga apa yang diperintahkan oleh Islam, demikian juga rakyat haruslah menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya, beberapa hal penting mengenai ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Khomeini qs:

 

I. Maslahat Islam dan Negara

Ridha Allah swt merupakan dasar setiap perkara, kalau bukan ridha Allah swt sebagai dasar semua aktivitas, maka secara natural dia tidak akan menghasilan apa-apa kecuali apa yang bertentangan dengan maslahat. Kalau ridha Allah swt sebagai  pijakan awal setiap manusia, maka manusia itu akan menjalankan tugasnya dengan baik dan sempurna, termasuk perkara-perkara yang menuntut penentuan, yang memiliki aspek politik dan kemasyarakatan, seperti pemilu. Maka jadikanlah pemilu sebagai ajang untuk orang yang menjaga agama, syariat dan akhlak. Imam berkata kepada pengikutnya: ” Sesungguhnya saat saya berada diakhir umur untuk hijrah ke dunia rahmat, dengan semua keyakian dan kebanggaan atas pertumbuhan kalian, dan akan sampai pada kebanggaan sempurna ketika terbuka kesempunaan perkembangan kalian sebagai manusia-manusia Islami dalam pemilihan majlis syura [MPR] dan Presiden Republik Islam. Wahai rakyat yang bertindak, demi ridha Allah swt dan untuk hakikat ridhaNYA yang  telah menjadikan kenyataan mukjizat kemenangan dengan ketetapanNya dan taufik atas Zatnya yang Kudus. Berusahalah pada peringkat ini yaitu peringkat cobaan untuk tidak menjadikan maslahat Islam dan negara Islam sebagai korban untuk maslahat dan kepentingan pribadi”.

 

II. Merasa Bertangung Jawab

Kewajiban pertama yang membebani pungung rakyat adalah dia merasa bertanggung jawab, rasa tangung jawab ini meliput hal hal sebagai berikut:

 

1. Menjaga setiap jiwa Islam disetiap perkara.

2. Mengekspresikan Islam yang jelas dalam setiap aktifitas Islami dan akhlaq Islam.

3. Mengingatkan para tokoh yang menyeleweng dari garis Islam, dan memperhatikan mereka dalam perkara ini.

 

Poin poin ini ditekankan oleh Imam Khomeini qs, sebagaimana diutarakan dalam perkataan beliau: ”Ini merupakan nasehat yang sangat penting untuk saya, yaitu untuk semua rakyat. Perhatikanlah dengan seksama sehingga tidak salah dalam melangkah dijalan Islam, perhatikan dengan sungguh-sunguh setiap pekerjaan yang diamanatkan dan setiap tanggung jawab kalian, jangan sampai mereka melakukan hal yang tidak Islami, berhati-hatilah agar tidak ada orang yang bertindak mengatas namakan Islam atau muslimin tapi, yang akan merusak perkembangan Islam. Inilah yang menurut saya merupakan hal sangat penting untuk semua.

 

Semua bertanggung jawab untuk melaksanakan perbuatan ini, untuk melakukan semaksimal mungkin sehingga tidak ada yang berpandangan bahwa Negara Islam tidak beda dengan negara lainnya, yaitu tidak memiliki kekuatan sebelumnya, yang baru muncul ketika menjadi satu kekuatan, ini masalah yang penting, perlu diperhatikan dengan baik. Sekarang semua rakyat harus bertanggung jawab untuk memuliakan semua hal yang berhubungan dengan Islam, kalau saja ada seseorang melihat ada yang menentang Revolusi, –Semoga saja tidak ada- melakukan satu tindakan yang bertentangan dengan aturan Islam sehingga mewajibkan para petani menentangnya, para pedagang menentangnya, maka wajib bagi para tokoh dan ulama agama untuk bergerak, untuk menentang agar datang membenahi mereka yang tersesat. Berdasarkan permasalahan ini maka merupakan hal yang penting untuk semua agar memperhatikan, memperhatikan hal ini……..(kullukum ra’i) dan berhati hati untuk perkara ini”.

 

III. Membenahi Semua

Hal ini merupakan pengejawantahan penting dari amar makruf dan nahi mukar, kewajiban Ilahiyah ini merupakan dasar untuk perbaikan semua, menjaga eksistensi akhlak dan perbuatan semua. Imam Khomeini qs mengatakan: ”Kalau ada orang yang memiliki duniawi dimata manusia lain, melihat (menjadi saksi) terjadinya penyelewengan seseorang yang memiliki posisi tinggi dimata rakyat, maka Islam memerintahkannya untuk pergi mencegahnya (melarangnya), wajib berdiri dihadapannya dan mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah menyeleweng, dan itu sudah mencukupi. . . .”

 

Ajaran Islam menyatakan bahwa tidak ada pengecualian terhadap seseorang untuk menjalankan hukum Ilahiyah dan menegakkan keorganisasian Islam. Ini sayyid  dan yang itu bukan, yang ini ayah dan itu anak, yang itu pemimpin dan yang ini bawahan, yang penting adalah apakah mereka telah bertindak sesuai dengan mengikuti aturan Islam atau tidak?.

 

Kalau mereka berjalan dijalan Islam, maka harus kita dukung, siapapun orangnya yang dimulai dengan memujinya, dan kalau tidak, yaitu ketika mereka bertindak bertentangan dengan Islam, maka semua bertanggung jawab untuk mencegahnya, baik itu ulama besar, pemimpn ataupun pembesar. Berusahlah untuk melaksanakan hukum Islam, dan mengajak yang lain untuk melakukannya juga, dan ini adalah tujuan dasar dari amar makruf dan nahi mukar, kalian semua bertantaggung jawab  untuk membenahi sesmuanya”.

 

IV. Tidak Terpengaruh dengan Propaganda Musuh

Sesungguhnya media masa yang memusuhi umat telah membentuk dan menjadi perang urat syaraf yang dapat memperngaruhi jiwa,  sangat berbahaya, maka berusahalah untuk membentuk benteng pertahanan dengan orang orang ikhlash, mukhlishin yang bertangung jawab sehingga tidak terjadi infiltrasi – musuh-, berjagalah dengan sungguh-sungguh atas plot yang ada didalamnya, musuh Islam yang telah mengerahkan semua media  untuk menciptakan permusuhan, dalam hal ini Imam Khomeini qs mengatakan:” Sebagaimana penekanan dalam nasehat saya, supaya mereka tidak mendengarkan  propaganda media massa musuh Islam dan Republik Islam, mereka baca musuh Islam sekuat tenaga untuk mengeluarkan Islam dari kancah kehidupan demi menjaga kepentingan kekuatan adikuasa”. [IM/R] 

 

 


Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Chavez Kecam Menlu Clinton

Hugo Chavez nampaknya memang betul-betul jadi momok bagi Amerika Serikat. Riwayat politik Chavez sejak masih menjadi kolonel bikin Amerika, siapapun presiden dan menter luar negerinya, untuk Angkatan ...

 
Widjodjo Nitisastro, Mafia Berkeley dan Restorasi Ekonomi Indonesia

Catatan Redaksi/Dina Y Sulaeman: Tulisan berikut ini kiranya sangat bermanfaat untuk menggali lebih dalam ekonomi politik global, karena modernisasi, revolusi hijau, ekonomi pasar adalah proyek global...

 
Gempa Cile: Kerugian Capai 30 Miliar Dolar

Presiden Cile Sebastián Piñera, Jum`at (12/3), mengatakan kerugian harta benda akibat gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter yang mengguncang negeri itu pada 27 Februari mencapai 3...

 
Opsi Tidak Percaya kepada Netanyahu

Seorang pejabat Israel menyerukan mosi tidak percaya kepada PM Israel Benjamen Netanyahu terkait statemen terakhir bahwa ia tidak tahu pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

 
Amerika Marah Sama Israel?

Harian Israel Haaretz menyebutkan bahwa pemerintah Amerika memberikan lampu hijau bagi proses perluasan pemukiman yahudi di kota Al-Quds. Harian itu mengisyaratkan bahwa wakil presiden Amerika Bidden ...

 
Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 5 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1796
Pranala: 0
Pengunjung: 2496408

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News