Rakyat Bebas Menentukan Langkah
Berdasarkan pandangan Imam Khoemini qs tentang rakyat: "Sesungguhnya rakyat memiliki kebebasan untuk menentukan perjalanannya ke masa depan, karena ini adalah hak yang menjadi hak miliknya sejati sehingga menjadi modal awal dari dasar –perjuangan revolusi-. Merupakan hak bagi setiap rakyat dimuka bumi ini untuk menentukan masa depannya dengan tangannya sendiri. Merupakan hak mereka untuk menentukan sistem pemerintahan yang akan mengatur mereka, tidak ada seorangpun yang dapat menentukan untuk (suatu) umat dengan apa yang tidak diinginkannya. Ini merupakan hak tetap dan pasti yang tidak dapat dirubah dan digeser. Kalau saja hak ini dihilangkan dari umat sehingga tidak dapat menentukan masa depannya sendiri, maka suatu waktu umat ini akan bangkit dan menolak sistim yang pernah mengambil hak darinya, karena telah bertindak bertentangan dari keinginannya. Imam Khomeini qs berkata:”Merupakan hak utama dari setiap rakyat untuk menentukan langkah bagi masa depannya, menentukan bentuk dan jenis pemerintahan yang diinginkannya”.
Hubungan antara Pemerintah dan Rakyat
Fokus pandangan Imam Khomeini qs dalam masalah hubungan pemerintah dengan rakyat terangkum dalam tiga topik umum yang didasari oleh pandangan. 1. Islam 2. Akhlaq dan 3. Risalah. Dan ke tiga unsur tersebut mempunyai makna berikut:
1. Pemerintahan dari Rakyat
Sesungguhnya kaidah yang harus dipegang oleh mukminin adalah kaidah yang diturunkan Allah melalui KitabNya sebagaimana firmankan:”Sesungguhnya mukmin itu bersaudara”.
Berdasarkan persaudaraan ini, seharusnya ditetapkan hukum akhlak Islamiyah dimana adanya hubungan antara pemerintah dan rakyat. Tidak ada keutamaan pemerintah dibanding rakyat dalam kemanusiaannya, semua memiliki peran untuk khidmat kepada agama, menegakkan qisth dan keadilan, sebagaimana Imam berkata:” Hari ini adalah hari dimana kalian diwajibkan untuk menjaga Islam, menjaga Islam adalah membenahi perbuatan kalian, dan berkelakuan baik kepada masyarakat, dan menjadi sahabat bagi rakyat. Sistim yang lalu telah [sistim thagut] menjadikan rakyat telah terpisah (jauh) dari pemerintah, pemerintah di satu sisi dan rakyat di sisi lain, mereka menekan rakyat dan rakyatpun berbuat demikian. Sekarang rakyat tidak terpisah dari pemerintah dalam mempertahankan Islam, karena sesungguhnya pemerinah Islam tidak terpisah dari rakyat, juga (pemerintah) dari rakyat dan masyarakat ini juga. Kalianpun yang duduk di pemerintahan adalah dari rakyat ini juga”.
2. Mendapat Hati Rakyat
Bisa mendapatkan hati rakyat merupakan jaminan kelanjutan tegaknya pemerintahan, terpisahnya pemerintah dari rakyat akan tampak keterpisahnya hati rakyat dari pemerintah. Mengambil hati rakyat tidak akan datang dari ketiadaan, tapi melalui kerendahan diri (tawadhu’), penghormatan dan khidmat. Hal ini ditekankan Imam Khomeini qs:”Berusahalah untuk mendapatkan dukungan rakyat, hal ini tidak akan terlaksanan kecuali ketika mereka tidak berfikir kalau kalian adalah orang yang hanya menghendaki posisi dan kedudukan, atau kalian terbiasa dengan menekan rakyat, disini perlu meningkatkan khidmat dan meningkatkan tawadhu’ (merendahkan diri) dihadapan semua manusia ketika kalian dipilih (memilki posisi yang lebih tinggi)”. Kalau saja kita dapat melaksanakan hal ini dan memperhatikan perkara ini, serta mengambil pelajaran dari sejarah, maka sesungguhnya akan didapakan semua kekuatan yaitu dengan menjaga dukungan rakyat”.
3. Tidak Mengintimidasi Manusia
Mengintimidasi manusia bukanlah cara untuk menjaga kelangsungan suatu sistim Islami atau sistim yang lain. Sesungguhnya tekanan dan intimidasi hanyalah akan menghilangkan demokrasi yang tidak akan menarik tapi malah akan memicu kemarahan rakyat pada pemerintah. Sementara persaudaraan, perhatian, nasehat dan menegakkan keadilan dan bertindak adil diantara manusia akan menjadikan kemenanganan pertama bagi pemerintah terhadap rakyat dengan menegakkan prinsip ini.
Imam Khomeini qs berkata: ”Diwajibkan membuat kondisi masyarakat saat dia pergi ke kantor polisi, sekan-akan rakyat merasa seperti pulang kerumahnya, ketempat dimana adanya keadilan dan tidak ada kedhaliman, ketempat yang dimana manusia dicintai dan tidak dimusuhi. Kalau mencapai ini maka hati rakyat akan tertarik; karena hati rakyat akan mudah merestui, begitulah jiwa rakyat.
Sesungguhnya restu rakyat akan cepat didapat dalam waktu yang singkat dan akan lama bertahan hanya dengan sedikit perbuatan dari orang yang dipilihnya rakyat. Dapatkanlah hati rakyat, jadikan dirimu ada didalam rakyat. Kalau kalian seperti ini maka Allah swt akan meridhai kalian sebagaimana rakyat. Maka hukum akan kalian laksanakan dan rakyat menjadi pendukungnya".
"Jangan menjadikan rakyat marah pada kalian, tapi bertindaklah untuk menarik mereka dan menjadikan mereka cinta pada kalian sehingga mereka menjadi pendukung. Pemerintah tidak akan hancur dengan dukungan rakyat dibelakangnya; maka sebenarnya rakyat adalah pendukung sistim karena sistim (pemerintahan) itu tidak akan jatuh”.
Kewajiban Rakyat
Sebagaimana pemerintah harus menjaga apa yang diperintahkan oleh Islam, demikian juga rakyat haruslah menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya, beberapa hal penting mengenai ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Khomeini qs:
I. Maslahat Islam dan Negara
Ridha Allah swt merupakan dasar setiap perkara, kalau bukan ridha Allah swt sebagai dasar semua aktivitas, maka secara natural dia tidak akan menghasilan apa-apa kecuali apa yang bertentangan dengan maslahat. Kalau ridha Allah swt sebagai pijakan awal setiap manusia, maka manusia itu akan menjalankan tugasnya dengan baik dan sempurna, termasuk perkara-perkara yang menuntut penentuan, yang memiliki aspek politik dan kemasyarakatan, seperti pemilu. Maka jadikanlah pemilu sebagai ajang untuk orang yang menjaga agama, syariat dan akhlak. Imam berkata kepada pengikutnya: ” Sesungguhnya saat saya berada diakhir umur untuk hijrah ke dunia rahmat, dengan semua keyakian dan kebanggaan atas pertumbuhan kalian, dan akan sampai pada kebanggaan sempurna ketika terbuka kesempunaan perkembangan kalian sebagai manusia-manusia Islami dalam pemilihan majlis syura [MPR] dan Presiden Republik Islam. Wahai rakyat yang bertindak, demi ridha Allah swt dan untuk hakikat ridhaNYA yang telah menjadikan kenyataan mukjizat kemenangan dengan ketetapanNya dan taufik atas Zatnya yang Kudus. Berusahalah pada peringkat ini yaitu peringkat cobaan untuk tidak menjadikan maslahat Islam dan negara Islam sebagai korban untuk maslahat dan kepentingan pribadi”.
II. Merasa Bertangung Jawab
Kewajiban pertama yang membebani pungung rakyat adalah dia merasa bertanggung jawab, rasa tangung jawab ini meliput hal hal sebagai berikut:
1. Menjaga setiap jiwa Islam disetiap perkara.
2. Mengekspresikan Islam yang jelas dalam setiap aktifitas Islami dan akhlaq Islam.
3. Mengingatkan para tokoh yang menyeleweng dari garis Islam, dan memperhatikan mereka dalam perkara ini.
Poin poin ini ditekankan oleh Imam Khomeini qs, sebagaimana diutarakan dalam perkataan beliau: ”Ini merupakan nasehat yang sangat penting untuk saya, yaitu untuk semua rakyat. Perhatikanlah dengan seksama sehingga tidak salah dalam melangkah dijalan Islam, perhatikan dengan sungguh-sunguh setiap pekerjaan yang diamanatkan dan setiap tanggung jawab kalian, jangan sampai mereka melakukan hal yang tidak Islami, berhati-hatilah agar tidak ada orang yang bertindak mengatas namakan Islam atau muslimin tapi, yang akan merusak perkembangan Islam. Inilah yang menurut saya merupakan hal sangat penting untuk semua.
Semua bertanggung jawab untuk melaksanakan perbuatan ini, untuk melakukan semaksimal mungkin sehingga tidak ada yang berpandangan bahwa Negara Islam tidak beda dengan negara lainnya, yaitu tidak memiliki kekuatan sebelumnya, yang baru muncul ketika menjadi satu kekuatan, ini masalah yang penting, perlu diperhatikan dengan baik. Sekarang semua rakyat harus bertanggung jawab untuk memuliakan semua hal yang berhubungan dengan Islam, kalau saja ada seseorang melihat ada yang menentang Revolusi, –Semoga saja tidak ada- melakukan satu tindakan yang bertentangan dengan aturan Islam sehingga mewajibkan para petani menentangnya, para pedagang menentangnya, maka wajib bagi para tokoh dan ulama agama untuk bergerak, untuk menentang agar datang membenahi mereka yang tersesat. Berdasarkan permasalahan ini maka merupakan hal yang penting untuk semua agar memperhatikan, memperhatikan hal ini……..(kullukum ra’i) dan berhati hati untuk perkara ini”.
III. Membenahi Semua
Hal ini merupakan pengejawantahan penting dari amar makruf dan nahi mukar, kewajiban Ilahiyah ini merupakan dasar untuk perbaikan semua, menjaga eksistensi akhlak dan perbuatan semua. Imam Khomeini qs mengatakan: ”Kalau ada orang yang memiliki duniawi dimata manusia lain, melihat (menjadi saksi) terjadinya penyelewengan seseorang yang memiliki posisi tinggi dimata rakyat, maka Islam memerintahkannya untuk pergi mencegahnya (melarangnya), wajib berdiri dihadapannya dan mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah menyeleweng, dan itu sudah mencukupi. . . .”
Ajaran Islam menyatakan bahwa tidak ada pengecualian terhadap seseorang untuk menjalankan hukum Ilahiyah dan menegakkan keorganisasian Islam. Ini sayyid dan yang itu bukan, yang ini ayah dan itu anak, yang itu pemimpin dan yang ini bawahan, yang penting adalah apakah mereka telah bertindak sesuai dengan mengikuti aturan Islam atau tidak?.
Kalau mereka berjalan dijalan Islam, maka harus kita dukung, siapapun orangnya yang dimulai dengan memujinya, dan kalau tidak, yaitu ketika mereka bertindak bertentangan dengan Islam, maka semua bertanggung jawab untuk mencegahnya, baik itu ulama besar, pemimpn ataupun pembesar. Berusahlah untuk melaksanakan hukum Islam, dan mengajak yang lain untuk melakukannya juga, dan ini adalah tujuan dasar dari amar makruf dan nahi mukar, kalian semua bertantaggung jawab untuk membenahi sesmuanya”.
IV. Tidak Terpengaruh dengan Propaganda Musuh
Sesungguhnya media masa yang memusuhi umat telah membentuk dan menjadi perang urat syaraf yang dapat memperngaruhi jiwa, sangat berbahaya, maka berusahalah untuk membentuk benteng pertahanan dengan orang orang ikhlash, mukhlishin yang bertangung jawab sehingga tidak terjadi infiltrasi – musuh-, berjagalah dengan sungguh-sungguh atas plot yang ada didalamnya, musuh Islam yang telah mengerahkan semua media untuk menciptakan permusuhan, dalam hal ini Imam Khomeini qs mengatakan:” Sebagaimana penekanan dalam nasehat saya, supaya mereka tidak mendengarkan propaganda media massa musuh Islam dan Republik Islam, mereka baca musuh Islam sekuat tenaga untuk mengeluarkan Islam dari kancah kehidupan demi menjaga kepentingan kekuatan adikuasa”. [IM/R]