Nasib Pengkhianat Arab Tidak Lebih Baik dari Yahudi di Perang Ahzab PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Minggu, 18 Januari 2009
 
Views 1056

Dua hari lalu tepatnya hari Jumat 16 Januari 2009, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyampaikan pesan kepada Ismail Haniyah, Perdana Menteri sah Palestina yang salah satu isinya berbunyi demikian:

“Para pengkhianat Arab juga harus tahu bahwa nasib mereka tidak akan lebih baik dari orang-orang Yahudi dalam perang Ahzab. Allah swt berfirman: “Dan dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan” (QS. 33: 26).”

Sebuah pernyataan keras yang disampaikan oleh Sayyid Ali Khamenei. Namun apa alasan di balik pernyataan ini?
Beliau melanjutkan:
“Umat manusia kini bersama rakyat Gaza. Setiap negara yang bersikap menentang hal ini, berarti jarak mereka dengan rakyatnya semakin jauh dan nasib negara-negara seperti ini sudah jelas.”

Namun sebagaimana kakeknya, Imam Husein as dalam setiap perang masih tetap menjalankan tugasnya untuk menuntun dan memberi hidayah, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei masih mencoba menasihati para pengkhianat Arab ini dengan ucapannya:

“Bila mereka masih memikirkan kehidupan dan kehormatannya, harus mengingat ucapan Imam Ali as yang berkata, “Kematian kalah dalam kehidupan kalian dan kehidupan mengalahkan kematian kalian.”

Dukungan Terhadap Ismail Haniyah
Pesan yang disampaikan oleh Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bukan tanpa alasan dan tiba-tiba. Karena dalam pidatonya tanggal 12 Januari 2009, Ismail Haniyah menukil ayat ke-173 surat Ali Imran yang menceritakan proses propaganda musuh dalam perang Ahzab agar umat Islam di Madinah merasa takut dan meninggalkan keimanan mereka. Namun jawabannya sungguh di luar dugaan. Bukannya mereka tambah takut, tapi sebaliknya keimanan mereka semakin bertambah dan hanya menyandarkan dirinya kepada Allah.

Allah swt berfirman: “(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, Karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Ismail Haniyah sebelum membacakan ayat di atas mengatakan, “Rasa-rasanya ayat ini diturunkan kepada kami dan tengah berbicara mengenai kondisi yang tengah kami hadapi saat ini.”

Buat kita apa yang disampaikan oleh Ismail Haniyah mungkin hanya untuk membangkitkan semangat warga Gaza dan para pejuang Palestina. Namun tidak bagi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Beliau menangkap hakikat yang dirasakan tidak hanya oleh Ismail Haniyah, tapi juga warga Gaza dan para pejuang Palestina. Para korban yang ditayangkan televisi menjadi bukti pernyataan Ismail Haniyah, bagaimana mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan lemahnya keimanan, tapi ucapan yang meluncur selalu Hasbunallahu Wani’mal Wakil (Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

Pergerakan negara-negara pengkhianat seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania ditambah musuh dalam selimut bernama Mahmoud Abbas yang sering diwanti-wanti oleh Yasser Arafat agar menjauhi perselisihan dengan sesama Palestina, dalam Perang Furqan di Gaza ini bak perilaku orang-orang Yahudi Madinah yang telah berjanji tidak akan mengkhianati umat Islam di Madinah. Namun ternyata hanya dengan menyaksikan besarnya pasukan Ahzab, orang-orang Yahudi Madinah seperti Bani Qainuqa’, Bani Nadhir dan Bani Quraidhah kemudian melakukan pengkhianatan terhadap umat Islam dan ikut dalam barisan musuh. Namun apa yang mereka dapatkan?

Perang Ahzab merupakan salah satu perang paling menentukan dalam sejarah Islam. Di perang Ahzab pasukan syirik dan kufur bergabung dengan pasukan nifaq melawan Islam. Kekalahan umat Islam dalam perang tidak seimbang ini, baik dari sisi persenjataan dan jumlah pasukan, sama artinya dengan kehancuran Islam. Di tengah-tengah kondisi yang demikian orang-orang Yahudi melakukan pengkhianatan. Mereka menganggap jumlah pasukan dan persenjataan yang dimiliki oleh pasukan Ahzab mampu menghancurkan umat Islam dan mereka bisa kembali menguasai Madinah.

Namun mereka tidak lengkap menganalisa sebab-sebab kemenangan dan melupakan pertolongan ilahi. Sekaitan dengan masalah ini Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan. (yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan( mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka” (QS. 33: 9-10)

Ismail Haniyah yang melihat kenyataan di lapangan mampu merasakan bantuan ilahi ini. Haniyah berkata, “Kami merasakan bantuan ilahi ada bersama kami. Apa yang terjadi sejatinya tanda-tanda dan mukjizat ilahi. Kami benar-benar merasakan perhatian Allah”. Bantuan ilahi ini yang menjadi rahasia kemenangan muqawama di Gaza. Karena seluruh perhitungan materialistik tidak dapat menerima angkatan bersenjata sedemikian modern mampu di kalahkan hanya oleh roket-roket sederhana buatan tangan para pejuang Palestina. Menyaksikan ini para pengkhianat Arab dengan ideologi materialistiknya memilih mengkhianati bangsa mereka sendiri. Mereka menjadi buta mata dan hati saat menyaksikan hingga hari ini jumlah korban syahid telah mencapai 1.000-an lebih dan sedikitnya 5.000 orang lainnya cedera.

Mereka lupa dalam pemikiran dan ideologi Islam ada yang namanya bantuan ilahi. Ini juga sekaligus membuktikan kebenaran Sayyid Ali Khamenei ketika menyebut mereka munafik. Bantuan ilahi adalah keyakinan prinsip dalam Islam. Itulah mengapa mereka disebut munafik karena masih memakai idiom-idiom agama untuk menutupi siapa diri mereka sebenarnya. Namun bangsa-bangsa Arab dan umat Islam sudah tidak bisa lagi dibohongi.

Sesuai dengan ayat Al-Quran yang menyebut nasib para pengkhianat Yahudi dalam perang Ahzab dengan dibunuh atau ditawan, kondisi para pengkhianat Arab juga tidak akan lebih baik dari itu dan waktu yang akan membuktikannya.

Berdoalah semoga kita masih hidup saat menyaksikan para pengkhianat Arab itu digantung.[im/mt/sl]

Saleh Lapadi: Pengamat Timur Tengah dan Wartawan IRIB
Quote this article in website Jadikan Favorit Print Send to friend Artikel Terkait Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

GALERI

Pluralisme Agama: How Liberal Can You Go?!

Membahas agama dan keberagamannya sangat penting, karena itu ada dua premis yang perlu disepakati da...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan (5)

Definisi Keadilan Apa artinya keadilan? Keadilan dalam mengelola negara dan manajemen berarti distri...

 
Ahmadinejad Bicara Tentang Keadilan 4

Urgensi Kedilan Ekonomi Bagian kedua dan terpenting dari keadilan adalah keadilan ekonomi. Saya masi...

 
Pesan Ismail Haniyah ke Sayid...
IRAN DAN HISBULLAH ? sy salut dg mereka krn saat...
Baca
Ditulis robert hermawan

Maqtal: Syahadah Imam Husain...
Mata ini bengkak krna tangis, dada ini sesak...
Baca
Ditulis aqila dyah lateefa

Iran Taklukkan Ruang Angkasa
Semakin hari semakin hebat saja IRAN, negara di...
Baca
Ditulis sugianto

Ahmadinejad: Imperialisme...
Betul sekali, Pak AD, apa negara kita juga di...
Baca
Ditulis sugianto

Musdah Mulia: Poligami Haram,...
terserah orang mau befikir apa... yang penting...
Baca
Ditulis MILLE

 

BERITA TERKINI

Karena Stack Orang AS, Dia Bukan Teroris!

Kemunafikan Barat dalam Penggunaan Kata Terorisme (saduran dari artikel Glenn Greenwald, oleh Dina Y. Sulaeman) Teror yang dilakukan pria kulit putih non-muslim (18 Feb) dengan cara menabrakkan pesa...

 
"The Rigis", Shah Iran, dan Neokon Amerika

Lupakan Ahmad Chalabi dan "Curveball," kini ada aksi baru Neokon di kawasan - mereka adalah keluarga Rigi (the Rigis) dari Jundullah, kelompok teroris Baluchi dukungan CIA yang beroperasi di...

 
Misteri Penangkapan Abdolmalek Rigi

Penangkapan terhadap pemimpin kelompok teroris JUNDULLAH yang didukung CIA, Abdolmalek Rigi, oleh Vevak pada 23 Februari 2010 lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama yang terkait dengan ke...

 
Dua Pukulan Telak Buat AS dan Israel di Timur Tengah

Beberapa bulan terakhir ini, dunia menyaksikan dua peristiwa aktual di Timur Tengah yang memukul secara telak aliansi strategis intelijen AS dan Israel.

 
Israel Ancam Lebabon

Sebuah laporan intelijen Jerman yang dilansir hari Kamis (18/2), mengungkap adanya keinginan militer Zionis Israel untuk kembali menduduki wilayah perbatasan di dalam wilayah Libanon sejauh 5-7 kilome...

 
Kapal Jamaran, Kapal Perang Tipe Perusak

Peresmian kapal perang tipe perusak Jamaran yang dihadiri oleh Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menyerap perhatian luas dari masyarakat dunia. Dalam menjelaskan proses produksi kapal pe...

 

LINK

IM

 

Palestina

TAMU

Saat ini ada 23 tamu online
Anggota: 20
Berita: 1791
Pranala: 0
Pengunjung: 2471541

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/iklan/shia-wallpapers.gif

www.lindungikami.org

ICW

BLBI

http://www.islammuhammadi.com/images/stories/berita11/tentang-saudi.jpg

Gaza

Gaza

RSS

Islammuhammadi 
im 
alalam
islamic times
press tv
irib
Qodsna
Fars News