|
Ahmadinejad Bicara Tentang Islam (2) |
|
|
|
Islam Agama Pembebas Kegagalan Atheisme dan Liberalisme Manusia saat ini berada pada periode paling penting, satu periode di mana di hadapannya ada satu pilihan historik dan paling menentukan. Kegagalan aliran materialisme; Atheisme dan Liberalisme, meluasnya kezaliman, ketidakadilan, kemiskinan, ketegangan dalam hubungan regional dan internasional, perlombaan tanpa henti persenjataan, terisolasinya moral dalam hubungan politik, tiada ketenangan dan perdamaian berkelanjutan kondisi umum masyarakat manusia, keputusasaan akan terciptanya dunia yang penuh keadilan, ketenangan dan perdamaian dengan berlanjutnya kondisi saat ini membuat dunia kekinian menanti dan haus mencari sebuah model sempurna guna menciptakan dunia penuh kebahagiaan. Dunia yang melindungi kehormatan manusia bersandarkan keadilan, perdamaian dan spiritual.
Semua ini adalah tuntutan para ilmuwan, kalangan elit, seluruh bangsa merdeka dan setiap individu yang berpikiran bebas. Untungnya, agama pembebas Islam dan dunia Islam memiliki kapasitas dan kemampuan yang lazim guna memberikan jawaban sesuai dan sempurna terhadap kebutuhan yang berlandaskan fitrah ini. Dunia Islam memiliki seluruh potensi dan fasilitas materi serta spiritual guna menjamin kebutuhan saat ini masyarakat manusia[1].
Harus Menciptakan Kondisi Islami di Tengah Masyarakat Undang-undang Islam merupakan bagian dari pemerintahan Islam. Sebagian dari undang-undang Islam diterapkan secara Islam oleh aparat negara. Sebagian lainnya direalisasikan oleh masyarakat yang sudah semestinya berpikiran secara islami, hidup secara islami dan juga mempelajari Islam. Yakni, kehidupan, berpikir dan keinginan-keinginan mereka tepat sesuai dengan yang diinginkan Islam dan negara Islam. Bagian ini tampaknya adalah yang paling sulit dan kita belum memasukinya.
Suatu waktu saya menyampaikan kepada salah satu tokoh bahwa UUD kita disebutkan bahwa negara adalah negara Islam. Bila menginginkan undang-undang kita islami atau setidaknya bukan non-Islam, petunjuk teknis yang jelas telah terdefinisikan. Agar para pejabat kita konsekwen dengan Islam dan negara Islam, petunjuk teknis secara detil juga telah diprediksikan dalam UUD. Namun belum ada yang bertanggungjawab mengenai masyarakat senantiasa bernapas dalam atmosfir Islam, berpikir secara islami dan menginginkan Islam. Siapa yang beratanggung jawab atas kondisi ini? Di sini permasalahannya. Tidak jelas.
Bila kita terima masalah ini belum jelas, tentu dapat pula dikatakan bahwa masalah ini terlupakan atau mungkin kita dapat mengatakan bahwa kemungkinan masalah ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Bila kita ingin berpikiran secara positif, tentu opsi kedua yang dipilih dan itu berarti tanggung jawab masalah ini berada di pundak seluruh masyarakat dan pemerintah[2].
Islam Agama Universal dan Global Islam adalah agama yang tidak dibatasi oleh batas-batas geografi atau satu etnis, ahkan satu bangsa. Islam adalah agama dunia. Islam adalah agama global. Pada prinsipnya Islam didatangkan untuk mengarahkan dunia bergerak menuju keadilan dan berdasarkan keadilan. Islam datang untuk mengantarkan manusia ke titik yangdijanjikan. Kini kewajiban ini, berkat perhatian Allah, menjadi tugas dan tanggung jawab bangsa Iran. Inti tugas ini adalah aksi budaya. Yakni, menjelaskan dan mensosialisasikan Islam.
Islam datang untuk mengatur dunia. Kami tidak enggan untuk menyatakan hal ini. Mereka yang tidak bersandar pada satu prinsip dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan moral, mereka yang secara resmi menentang campur tangan akhlak dan spiritual dalam politik dan ekonomi ternyata mengaku pemikirannya universal! Lalu mengapa kita tidak bisa? Dengan bangga kami menyatkan bahwa Islam ingin mengatur dunia dan mampu mengelola dunia[3].
Islam Satu-Satunya Jalan Penyelamat Manusia Saya yakin Islam adalah agama yang paling sempurna dan agama kehidupan. Islam satu-satunya jalan penyelamat manusia di mana dalam Islam ada penyembahan kepada Allah, keadilan, kehormatan manusia, perdamaian dan ketenangan bagi semua umat manusia. Kini di dunia Islam banyak universitas, pusat-pusat riset, ulama, para ilmuwan dan begitu juga berlimpahnya potensi keilmuan dan budaya. Hari ini kita bertanggung jawab. Hari ini dengan pengetahuan dan upaya memperkenalkan Islam murni, Islam yang dihadiahkan Nabi Muhammad saw kepada manusia, kita harus mampu menjawab tuntutan hakiki dan prinsip dari bangsa-bangsa.
Dalam Islam ada penyembahan kepada Allah. Penyembahan kepada Allah adalah inti agama Islam. Dalam aspek sosial, keadilan merupakan inti sistem masyarakat Islam. Dengan penyembahan kepada Allah dan keadilan, dapat diraih dunia yang layak bagi manusia. Persatuan dan semakin menguatnya dunia Islam menguntungkan seluruh bangsa di dunia, menguntungkan perdamaian dan ketenangan dunia. Dalam bayang-bayang Islam semua orang yang menyembah Allah dan semua manusia dapat hidup penuh kedamaian dan tenang dengan kemuliaan. Namun di negara-negara yang mengaku persamaan dan manusia tanpa warna, dapat disaksikan puncak diskriminasi agama dan keterbatasan bagi minoritas agama.
Kita hari ini bertanggung jawab. Dengan pertolongan Allah hari ini kita saksikan gelombang besar kesadaran Islam di seluruh dunia Islam. Gelombang yang berangkat dari fitrah suci manusia. Gelombang yang meniupkan harapan terciptanya masyarakat yang bahagia. Kita harus bergerak bersama gelombang ini dan di jalur ini menuju titik puncak. Insya Allah. Saya tidak ragu dunia Islam dengan pemahaman yang benar atas tanggung jawab historis akan menjadi model aktual dari kedaulatan Islam dan akan menghadiahkan spiritual kepada umat manusia[4]. [islammuhammadi/sl]
1. Pidato di Sidang KTT Negara-Negara Islam di Arab Saudi, 14 Azar 1384 (7 Desember 2005). 2. Pidato di hadapan pengurus Hawzah Ilmiyah Qom (khusus akhawat), 6 Mehr 1384 (28 September 2005). 3. Pidato saat bertemu dengan ulama dan talabeh (santri) Qom, 15 Dey 1384 (5 Januari 2006). 4. Pidato di hadapan kalangan elit dan terpelajar Suriah, 29 Dey 1384 (19 Januari 2006).
Users' Comments (0)
|
|
|